Mengingat Sekelumit Siapa Pemberontak PRRI

ilustrasi

Oleh : Erri Surbakti

17 April 1958

Kolonel Achmad Yani yang ditunjuk sebagai Komandan dalam sebuah operasi untuk menumpas pemberontak PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) terjun ke Sumatera Barat.

Pasukan Kol. Achmad Yani ini tercatat sebagai salah satu operasi gabungan terbesar APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia) saat itu. Tidak kurang 6 kapal perang dan 19 kapal pengangkut dikerahkan untuk memindahkan 6.500 personil dari pangkalan di Jawa ke Sumatera. Termasuk di dalamnya pasukan infantry dari Divisi Diponegoro dan Brawijaya dan satu batalyon pasukan KKO – AL (Marinir).

Pasukan Pemerintah mengawali serbuan dengan pemboman dari arah laut tanggal 16 April 1958. Kemudian tanggal 17 April 1958 dilancarkan operasi gabungan dari arah darat, laut dan udara.

Para pemberontak tak memberikan perlawanan berarti. Pukul 13.00 seluruh Kota Padang dapat dikuasai. Sebelum senja, para pemberontak PRRI sudah dapat ditaklukan. Sebagian pasukan pemberontak menyingkir ke Bukittinggi.

Operasi militer ini memakan korban jiwa di pihak pemerintah sebanyak 983 orang. Luka luka 1695 orang. Sementara dari pihak pemberontak sebanyak 6373 orang tewas, 1201 luka luka atau tertawan, dan 6057 orang menyerah.

Satu orang petinggi yang menjabat sebagai menteri di PRRI, yaitu Sumitro Djojohadikusumo sudah lari/kabur/minggat duluan ke luar negeri, ke Malaysia.

17 April 2019

Bukan kebetulan anak dari dedengkot pemberontak PRRI berambisi untuk menguasai negeri ini. Jangan biarkan DNA dari pemberontak, penghianat dan kaburan ini, mengoyak-oyak masyarakat di negeri yang terberkahi Tuhan ini.

Sumber : Status Facebook Erri Surbakti

Friday, February 22, 2019 - 08:15
Kategori Rubrik: