Mengingat Jasa dan Komitmen Ahok

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Saya mengulang menonton video pak Ahok diwawancarai Andy F Noya. Kagum...ya kagum saya dengan Ahok. " Saya nggak pernah mundur untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan dan kejujuran. Dan saya akan lawan siapa yang rasis, karena itu tidak berperikemanusiaan."

Adakah pejabat bicara sejelas dan seberani itu?
Saya membayangkan Ahok seperti Bima atau Werkudara, tokoh dalam dunia wayang yang jujur, bicara apa adanya kadang terkesan kasar, membela yang lemah tapi sedikit kurang strategis. Beda dengan Arjuna yang lebih strategis. Tapi Ahok seperti gabungan keduanya ditambah kejujuran Yudhistira.

Beberapa tahun silam saya pernah menulis di FB seandainya Ahok jadi direktur BUMN. Saat itu seperti mimpi mengharapkan seorang keturunan Tionghoa menjadi pimpinan BUMN. Tetapi sekarang terwujud. Perbaikan di Pertamina begitu menonjol. Terbukti bahwa BTP memang selalu bercahaya bak purnama dimanapun dia berada.

Terus terang saja saya merasa jauh dibawah Ahok atau BTP baik dari sisi kecerdasan maupun keberanian dan integritas. Tapi saya harus tegas mendukung orang seperti Ahok. Kalau saya nggak mampu sepertia dia, setidaknya saya masih bisa mendukungnya. Itu sikap minimal.

Dia hadir dalam sejarah tentu bukan karena kebetulan. Siapa menyangka Ahok muncul sebagai wagub lalu jadi Gubernur DKI dalam masa yang singkat namun penuh prestasi.

Siapa menyangka pejuang keadilan itu jatuh secara tidak adil. Mestakung, dia naik jadi komut Pertamina yang mengelola asset sebesar 800 T. Siapa menyangka.

Ahok tidak pernah menyesal atas apa yang dia ucapkan di pulau Seribu karena memang itu kebenaran. Saya setuju. Banyak orang pakai ayat untuk berpolitik. Dia tidak salah. Tidak ada yang dinistakan. Ujung2nya kan cuma ingin dia lengser, bukan kebenaran yang diperjuangkan oleh para penentangnya.
Mimpi saya Pak Ahok bisa mendapat posisi lebih penting lagi sehingga bisa membawa Indonesia yang lebih maju, lebih adil. Saya tidak tahu bagaimana semesta bekerja. Tetapi ada saatnya kebenaran akan mendapatkan tempatnya.

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Saturday, July 4, 2020 - 13:30
Kategori Rubrik: