Menghitung Peluan Cak Imin Cawapres Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Iik Fikri Mubarok

Mbah apa iya Cak Imin mau nyalonin Cawapres?.

Oh, kalau soal itu saya gak tahu persis, tapi ketika saya menawarkan Batik-batik kerenku ke sejumlah Kader PKB seperti Cak Moch Isa Anshori dan Gus Don Kerul, mereka menjawab begini " Maaf Mbah, kami para Kader PKB sedang melakukan upaya pengurangan pengeluaran Anggaran seminim mungkin, karena kami sedang mempersiapkan suksesi Cak Imin di 2019 nanti ".
Kalau melihat dari komentar para kadernya diatas dan ditambah lagi dengan muter-mubengnya cak Imin dalam melakukan pendekatan politik ke sejumlah orang-orang yang menurutnya layak dijadikan Banper, ya kayaknya Cak Imin memang mau Mencalonkan Cawapres. Tapi saya sendiri kurung tahu persis tentang masalah itu Kang mas. Namanya juga politik kang mas, apapun bisa terjadi dan pantas di lakukan.

Tapi Mbah, bagaimana tanggapan sampean ketika Cak Imin mendekati Abdul Somad? Sedangkan seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa, Abdul Somad adalah salah satu ustadz yang mengusung berdirinya pemerintahan Khilafah di negeri ini, sedangkan Cak Imin sendiri adalah orang NU yang lahir dari Rahim keluarga Pendiri NU yang dimana NU sendiri adalah Ormas yang paling setuju dengan konsep Pancasila, apakah pendekatan cak Imin ke Somad bukan hal yang lucu Mbah?.

Oh,, Jenengan ini ada-ada saja Kang Mas, emangnya ada ya politik yang gak lucu?.
Semua politik itu lucu kang mas, wong sekaliber Politik Islam saja masih tetep layak untuk mengganti Pentas Sule & Andre kok.

Dan sampean harus paham kang mas, Cak Imin itu walaupun beliau orang NU dan keturunan dari keluarga Besar pendiri NU, namun beliau mencalonkan Wapres itu bukan atasnama NU, melainkan atasnama PKB. 
Kang mas, NU itu kekuatan agama Kang mas, bukan kekuatan Politik. Sedangkan PKB dan PPP adalah Kekuatan Politik yang dimiliki NU, Jika Cak Imin mencalonkan Wapres dengan Membawa bendera NU, Maka ini jelas salah karena Cak Imin menarik Gerbong keagamaan ke kubangan politik praktis, namun Jika yg dibawa cak Imin adalah bendera PKB, maka tindakan Cak Imin Sudah tepat.

Lalu, menurut sampean, apa tindakan Cak Imin Dengan mendekati Abdul Somad justru hal itu akan merugikan dirinya pada suksesi 2019?. Karena menurut saya, warga NU malah bakal tidak melirik Cak Imin gegara dekat dengan Somad.

Ya kalau soal itu kita lihat saja nanti di 2019 kang mas. Dan saya kira Warga NU sekarang sudah pada cerdas dalam menggunakan hak politiknya, tidak mungkinlah warga NU tidak memilih Cak Imin gegara cuma karena dekat dengan Somad, wong Somad itu dikalangan warga NU bukan orang Penting kok. Jadi Cak Imin mendekati Somad itu untuk supaya bisa merekrut suara dari kalangan Muslim non NU dan Cak Imin sudah pede Bahwa Warga NU bakal Memilih Dia.

Termasuk sampean juga bakal memilih Paslon dari Cak Imin Mbah?.

Ya Gak lah, wong yang suka beli batik-batik kerenku kan para Kader PDIP, ya jelas saya akan memilih Paslon Yang diusung PDIP dong, masa saya mau milih Paslon yang diusung PKB yang dimana para Kadernya tidak mau beli batik-batik kerenku, padahal satu hari sampe 13 kali saya menawarkan Batikku ke mereka, tapi ya tetep saja mereka gak pada beli.

Berarti sampean Jokower ya Mbah, sebab kemungkinan besar PDIP akan kembali mengusung Jokowi.

Laaah, kalau mereka boleh Jadi Iminer, kenapa saya harus tidak boleh jadi Jokower?.

Naaah, kalau ternyata yang bakal di gandeng Jokowi adalah Cak Imin, Gimana Hayooo?.

Hahahaha, kang mas setiap orang itu pasti sering mengalami mimpi, tapi mereka tidak pernah sampe mimpi seperti yang sampean Alami.

Wkwkwkwk.... Aseeeem sampean Mbah..

Sumber : Status Facebook Iik Fikri Mubarok

Sunday, January 7, 2018 - 16:30
Kategori Rubrik: