Menghitung Keuntungan Annual Meeting IMF-World Bank Di Bali

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Apakah 15000 orang yang hadir di Pertemuan IMF/Bank Dunia dijamin makan gratis dari pagi sampai malam oleh Pemerintah Indonesia? Jawabnya tidak.

Apakah hotel semua gratis? Jawabnya juga tidak.Tiket pesawat gratis? Enak saja...

Perkiraan saya hanya 3 persen yg ditanggung tiketnya sambil makan dan tidur gratis. Termasuk disini Kepala Negara dan 189 Menteri Keuangan, Menteri Ekonomi dan Gubernur Bank Sentral.

Sebagai peserta pertemuan spektakuler ini, saya menyaksikan betapa Bali sangat diuntungkan. Dan juga negara.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan dampak langsung gelaran pertemuan tahunan IMF/Bank Dunia mencapai Rp 6,9 triliun.

Pengeluaran peserta selama seminggu mencapai Rp 943,5 miliar.

Lebih dari 12000 orang harus bayar hotel yang totalnya mencapai 570 Milyar. Untuk makan, duit yang dikeluarkan seluruh delegasi sampai 14 Oktober diperkirakan mencapai mencapai 191 Milyar. Plesiran 36 Milyar dan belanja oleh-oleh 90 Milyar.

Jadi kita untung banyak. Aksi beli rupiah tukar dollar dari belasan ribu peserta diyakini memberikan sentimen positif hingga rupiah tidak terlalu melemah. Malahan “ menggilanya” peserta tukar dollar membantu menggerakkan perekonomian Bali.

Ini adalah berkah jika kita secara sederhana berfikir sebagai pedagang. Yang memandang pertemuan IMF Bank Dunia seperti jualan tempe.

Selain untung besar, Indonesia akan dikenang sebagai penyelenggara yang mampu menggerakkan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral untuk sama-sama memikirkan upaya sistemik mencegah dampak buruk gonjang-ganjing nilai tukar mata uang karena pergerakan Dollar Amerika.

Ini yang sedang diperjuangkan Indonesia selama pertemuan IMF-Bank Dunia.

Yang jika berhasil, bakal mampu menggerakkan dunia menuju pertumbuhan ekonomi yang stabil, sambil “memaksa” ribuan peserta bayar makanannya sendiri.

Bukankah ini hebat?

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Saturday, October 13, 2018 - 23:15
Kategori Rubrik: