Menghindari Positif Covid 19

ilustrasi

Oleh : Agni B Sugiyamto

Cuci hidung dan kumur kumur dengan larutan garam bisa sebabkan hasil NEGATIF PALSU? Dan berpotensi menjadi BOMB waktu?

Ah masak.. 

Iya kalau virus dibiarkan berlama lama disaluran hidung bisa jadi bomb waktu. Tetapi kalau rajin mencuci hidung, pastinya virus yang mampir di hidung tidak akan bercokol lama disana dan meningkatkan risiko terinfeksi.

Apakah cuci hidung yang dilakukan pengambilan sampel bisa menyebabkan hasil lab NEGATIF PALSU?

Iya kalau hanya mengandalkan swab nasofaring atau swab orofaring saja. Kalau menurut WHO pengambilan sampel minimal swab nasofaring, dan atau swab orofaring, dan atau wash/bilas nasofaring.

Bila batuknya produktif, maka bisa diambil sampel sputum/dahak. Bahkan lavase tracheal/bronchial bila memungkinkan (dengan apd sesuai tindakan aerosolisasi).

Tidak menutup kemungkinan juga untuk pemeriksaan sampel pcr darah, urine dan feses bahkan biopsi jaringan untuk penegakan diagnosis.

Semua bisa dilakukan sesuai indikasi, dengan kepentingan mengkonfirmasi berdasarkan indikasi epidemiologis (terpapar covid) dan klinis COVID sesuai guideline WHO.

Kalau berdasarkan indikasi, maka gak usah takut dengan negatif palsu pada swab nasofaring.

Bahkan pada pemeriksaan sputum/dahak BTA pun kita minta pasien kumur kumur air hangat untuk membersihkan rongga mulut.

Bila cuci hidung dan mulut dengan air garam mengganggu hasil swab, ya bikin saja aturan bahwa pagi sebelum di swab jangan lakukan irigasi hidung dn kumur air garam.

Tapi sebenarnya itu agak aneh, karena pasien yang aktif terinfeksi pastinya akan terus shedding virus. Cuci hidung dan mulut dengan air garam, tidak serta merta menghilangkan proses shedding (virus multiplikasi dalam sel, dan menghasilkan anak virus) itu bukan? Wong bukan untuk menybuhkan kok, hanya sekadar kepanjangan cuci tangan.

Sumber : Status facebook Agni B Sugiyamto

Friday, September 11, 2020 - 11:30
Kategori Rubrik: