Menghadang Banjir dengan Melawan Tuhan?

Oleh : Fauzan Zakir
Hukum alam bahwa air sungai tetap mengalir sampai kelaut seperti lagu inspiratifnya Gesang, menjadi tak terbantahkan. Makanya jangan sekali-sekali manusia menentang kehendak Tuhannya!
Orang Belanda pintar mereklamasi laut (merekayasa lautan) hanya untuk memperluas daratan mereka, sekaligus menjadikan daerah reklamasi baru tersebut bersinergi sebagai tangkapan air terbarukan yang menambah luas & panjang ruang bagi resapan air yang datang dari sungai-sungai alami di pengunungan Alpen. Mereka tdk melawan kehendak Tuhan, tetapi menciptakan rekayasa yg tidak menentang kehendak Tuhan. Artinya air dibiarkan mengalir terus ke laut.
 
Penyebab banjir besar dan permanen di Indonesia ada 2, yakni pertama adalah rekayasa penggundulan hutan oleh manusia di hulu sungai. Kedua rekayasa sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), terutama di hilir sungai dengan cara menimbun, memadatkan dan membangun perumahan serta perkantoran yang dipastikan memperkecil ruang bagi resapan air atau memperkecil ruang tangkapan air secara alamiah.
 
Kedua hal di atas semakin berdampak parah, akibat tingginya curah air hujan tahunan, baik di hulu dan di hilir. Semuanya menjadi terakumulasi dan berbarengan dengan ketidakmampuan sepanjang DAS yg dudah dibetonisasi sebagai tempat air sungai mengalir dari hulu yang hutannya pun sudah gundul.
Kedua penyebab banjir permanen diatas bukanlah karena Sunnatullah, tetapi adalah rekayasa manusia yang zalim sebagai biang utama kerusakan dimuka bumi tanpa disadarinya (QS : 2. 12 Al Quran).
Jadi apa pun alasannya, tetap saja tak terbantahkan bahwa air sungai tetap selalu mengalir sampai kelaut. Gesang benar!
Solusi alamiah dalam mengatasi banjir adalah bukan sumur resapan, bukan pula betonisasi DAS, melainkan tanam pohon (reboisasi) di hulu, hilir dan sepanjang DAS. Sebab yg bisa meresap air secara alamiah adalah pohon. Pohon harus ditanam sepanjang DAS. Bantaran sungai harus dijadikan halaman rumah, bukan jadi belakang rumah!
Wallahu alam
 
(Sumber: Facebook DDB)
Wednesday, February 24, 2021 - 21:45
Kategori Rubrik: