Mengeraskan Bacaan Basmalah dan Qunut Saat Sholat Subuh

Ilustrasi

Oleh : Aldinshah Vijayabwana

Dalam kultwit itu, beliau menyampaikan soal hal sepele yang sering jadi masalah, yaitu perkara qunut subuh dan 'bismillah' saat baca Al-Fatihah. Beliau menuliskan, bahwa ada orang-orang yang ngotot ketika baca Al-Fatihah saat salat jahr untuk tidak mengeraskan bacaan 'Bismillahirrahmanirrahim'. Dalihnya, supaya tidak bidah. Beliau menulis juga bahwa ada saja orang-orang yang ngotot untuk tidak berqunut saat salat subuh. Sama alasannya, supaya tidak bidah.

Ndilalah yang sering terjadi, orang-orang ini ketika jadi imam fokusnya hanya pada hal sepele begitu. Ketika mereka menjadi imam, mereka tidak berqunut, atau tidak mengeraskan bacaan basmalah. Namun, bacaan mereka tidak begitu fasih. Padahal kefasihan bacaan saat mengimami adalah hal yang sangat prinsip. Sedangkan hal-hal seperti qunut atau basmalah itu adalah hal-hal khilafiyah.

Begitulah kondisi kita saat ini. Dalam hal-hal yang remeh-temeh, bukan hal prinsip, kita mati-matian memperjuangkannya, ribut saka. Terutama dalam perkara khilafiyah, mati-matian memperjuangkan agar tidak bidah, agar tidak sesat. Namun, hal-hal yang prinsip seringkali kita abaikan hanya karena kita ribut pada hal-hal yang remeh itu tadi.

Kyai Affan sendiri menegaskan bahwa akan ada lebih banyak manfaat jika kita memperhatikan hal yang prinsip dulu. Sebagai contoh, ketika kita memilih memperbaiki bacaan Alquran kita sebelum ribut soal bidahnya qunut atau basmalah pada awal salat. Ini lebih bernilai ibadah.

Di luar perkara ibadah, hal ini juga terjadi. Lebih-lebih dalam perkara ribut politik. Contohnya, sibuk ribut akan isu PKI yang remeh-temeh dan cenderung hoax, sampai lupa bahwa persatuan bangsa kita adalah yang utama. Atau sibuk saling menuduh kubu sebelah sebagai penyebar hoax, sampai lupa bahwa yang penting adalah bergandeng tangan untuk memberantas hoax melalui upaya fact-checking atau edukasi literasi.

Pesan khusus untuk warga DKI Jakarta, sebentar lagi DKI Jakarta memiliki gubernur baru. Terlepas proses pemilihannya yang penuh dengan kontroversi politik, yang jelas pada 16 Oktober beliau akan resmi dilantik sebagai gubernur. Terlepas dari isu agama dan serbuan hoax yang beredar, yang jelas ulil amrinya DKI Jakarta mulai 16 Oktober besok adalah beliau. Terlepas dulu sampeyan yang warga Jakarta milih beliau atau tidak, ya beliau ini gubernurmu.

Tidak bijak jika kita terus memperkeruh polarisasi. Apalagi menyerang beliau dengan hal sepele seperti pose saat fitting seragam, atau menyerang tanpa cara kritik yang baik. Sebagai warga yang baik, kita harus ingat bahwa hal yang prinsip adalah bersatu, bareng-bareng membangun. Menjadi masyarakat yang baik, dengan mengawal beliau untuk memberikan yang terbaik bagi warga Jakarta. Mendukung yang baik tanpa membabibuta, dan mengkritisi yang jelek tanpa mencaci. Bukan saling ribut karena hal remeh-temeh yang justru malah memperkeruh keadaan, dan malah menghambat beliau dari memberikan yang terbaik untuk warganya.

Sumber : Status Facebook Aldinshah Vijayabwana

Friday, October 13, 2017 - 12:15
Kategori Rubrik: