Mengenal Yusuf Martak, Dari Bakrie Group Hingga Ketua GNPF Ulama

REDAKSIINDONESIA-Ijtimak Ulama II sudah selesai dan menerbitkan 16 rekomendasi sebagai kesepakatan dengan pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Salah satu poin yang dihasilkan dari acara di Grand Hotel, Cempaka Putih, Jakarta pada 16 September 2018 itu antara lain meminta Prabowo memulihkan hak-hak pendiri FPI Rizieq Shihab jika terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

Hasil ijtimak ulama dinilai banyak kalangan sebagai gerakan politik. Namun, Ketua GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) Ulama, Yusuf Muhammad Martak membantah tudingan bahwa perjuangan yang tadinya untuk ulama kini berubah menjadi perjuangan politik. “Tidak berubah sama sekali,” kata Yusuf Martak.

Nama Yusuf Martak belakangan ini sedang naik daun. Dia didaulat menggantikan Bachtiar Nasir sebagai Ketua GNPF Ulama pada Maret 2018 yang lalu. Sejak menjadi Ketua GNPF Ulama, nama Yusuf Martak pun sering menghiasi media massa. Sosoknya menjadi menarik karena kehadiran dia sebelumnya dalam kasus luapan lumpur Lapindo di Sidoarjo.

Peristiwa lumpur Lapindo merupakan bencana di area pengeboran minyak oleh PT Lapindo Brantas yang dimiliki salah satunya oleh kelompok usaha Aburizal Bakrie, mantan Ketua Umum Golkar dan pemilik media TV One dan ANTV. Kelompok bisnis ini memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, salah satunya minyak dan gas bumi.

Nama Yusuf Martak terlacak di beberapa perusahaan dalam Bakrie Group yang bergerak di sini. Salah satunya dia tercatat sebagai juru bicara PT Energi Mega Persada. Di sini Yusuf Martak tercatat sebagai Vice Presiden PT Energi Mega Persada yang juga pemilik saham terbesar PT Lapindo Brantas Inc pada sekitar tahun 2007.

Dalam catatan foto Kantor Berita Antara, nama Yusuf Martak disebut sebagai Direktur PT Wahana Artha Raya yang sedang menunjukkan gambar kompleks perumahan yang akan dipakai untuk korban lumpur Lapindo.

Sumber : nasionalisme.co

Thursday, September 20, 2018 - 13:15
Kategori Rubrik: