Mengenai Qurban

Hubungan kurban dengan kebiasaan teroris memenggal kepala orang juga tidak ada. Karena jika ada, maka seluruh orang Nepal berbakat teroris. Tiap tahun mereka punya ritual menyembelih ribuan hewan ternak tapi tidak satupun yang jadi teroris.

Perkara ritual teroris memenggal tawanan adalah buah hasil dari ajaran para guru yang jahat yang menelikung ajaran Islam untuk tujuan politik serta sarana pengumbaran nafsu syahwat.

Muslim yang baik adalah yang cinta damai dan menjauhkan kekerasan dengan mengedepankan rasa welas asih. Yang juga melarang penyiksaan terhadap binatang.

Kurban hewan adalah bentuk lain dari manifestasi beramal karena harga ternak yang diperbolehkan cukup mahal. Hanya orang berpunya mampu berkurban dan memberikan dagingnya kepada kaum miskin, dhuafa dan mualaf. Artinya Islam mengajarkan orang kaya untuk lebih banyak berderma.

Sementara, bagian yang jadi hak pemberi kurban bisa dimakan sendiri agar selalu bersyukur karena mampu berbagi. Atau Muslim bisa membagikan jatah kurbannya kepada tetangga non muslim sebagai wujud menjalin hubungan antar manusia. Yang juga sangat ditekankan dalam Islam.

Islam punya mekanisme yang luar biasa banyak untuk beramal hingga tidak relevan dana untuk kurban dialihkan ke donasi lain. Karena bukan itu makna kurban.

Makna kurban adalah ikhlas mengorbankan sebagian harta. Ikhlas mengorbankan ego untuk membuat kita terus rendah hati. Karena umat Islam paham bahwa kelebihan harta juga bisa dikatakan sebagai cobaan.

Kawan atheis dan free thinker manggut-manggut dengan jawabannya saya. Dan seperti biasa mereka tidak puas. Tapi mereka berhenti berdiskusi lebih lanjut.

Mereka tahu saya akan tagih janji mereka untuk menjawab pertanyaan saya yang tidak pernah mereka bisa jawab.

Pertanyaan saya untuk seorang atheis dan free thinker nyinyir nyinyor adalah:

” Ketika dokter minta Anda berdoa kepada Tuhan agar diturunkan mukjizat supaya anak yang Anda sangat dicintai yang tengah sekarat bisa sembuh, maukah Anda melakukannya meski kemungkinan pulihnya tidak diketahui? “

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *