Mengapa Teroris Selalu Bawa KTP?

Ilustrasi

Oleh : Arya Senna

Bagi yg pernah mengaji di lingkaran Daulah Al Islamyah (yg bertujuan mendirikan Negara Islam) perbuatan Istyadhah bukan lah bunuh diri seperti yg dilakukan orang awam
Melainkan membawa keyakinan kemenangan tegaknya Daulah walau hanya setitik debu atau sebesar dzarah pasti ada balasnya...

Baik itu dgn Senjata biasa atau super berat seperti Bom Bali 1 dan 2 yg punya daya ledak yg sangat merusak....

Semuanya dilakukan oleh pengantin itu sendiri dari memilih jenis kendaraan hingga element2 penghancur yg dikumpulkan dari berbagai tempat sambil ber nasyid (bersenandung) tentang perjuangan Islam...
Setelah semuanya lengkap tak ada sedikitpun ke khawatiran di wajah bahkan hati. Itu di karenakan Janji pasti sangat Ilahi Rabby....

Itulah gambaran hati dan pikiran para Istyadah....
Kenapa Identitas mereka terbawa?...

Cara hidup nomaden memaksa mereka beridentitas atau akan terusir bila kembali ke kontrakan / kost yg mengharuskan menunjukan identitas sedangkan komponenen untuk melakukan istyadah masih belum sempurna....

Banyak yg berteori ke arah identitas tapi tak pernah berfikir mereka pun harus bergaul dgn lingkungan jual beli komponen yg terkadang juga harus menggunakan identitas....percayalah itu bikin susah selama semua persiapan yg di perlukan belum siap...dan berharap semuanya cepat meng eksekusi apa yg sudah di targetkan....

Buat kami para mantan hanya bisa maklum dan tertawa bila ini semua dikatakan rekayasa dari siapa pun dan ada hubungannya dgn politik tertentu...

Kalau memang iya tahun paling istimewa untuk mendirikan Daulah Islamyah di Indonesia itu adalah tahun 1998...
Dimana Indonesia saat itu sedang berfikir untuk dirinya sendiri ...tapi kenapa tdk dilakukan dan malah banyak Gerakan bawah tanah yg menjadi terang-terangan bahkan punya Izin organisasi seperti HTI dan IM (Partai Keadilan) pada thn berikutnya.

Hal itulah kenapa gerakn "DI" itu sendiri terpecah karena tdk ada komitment bersama sebagian ingin secara terbuka(bomber) sebagin ingin berpolitik

Sumber : Status Facebook Arya Senna

Saturday, May 19, 2018 - 14:15
Kategori Rubrik: