Mengapa Sikap Kita Jelas Soal Pembebasan ABB

ilustrasi

Oleh : Niluh Djelantik

Jika terbukti terlibat peristiwa Bom Bali, seharusnya tahun 2006 dia dihukum mati saja.

Jokowi dimana saat kakek ini menghirup nafas kebebasannya di tahun 2006 atas kasus Bom Bali ?

Tak terhitung pesan masuk ke hp dan inbox ku menyampaikan kekecewaan atas rencana dibebaskannya si kakek ini.

Tapi tahukah kamu ? 
Baasyir pernah menghuni penjara selama lebih dari dua tahun atas dakwaan keterlibatan dalam serangan bom Bali Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang.

Namun, dia kemudian dinyatakan TIDAK BERSALAH atas dakwaan dan dibebaskan pada tahun 2006. 
Dia hanya dinyatakan bersalah atas dakwaan pelanggaran keimigrasian. 
Tahun 2006 Jokowi ada dimana ?

Bulan Juni 2011 Ba'asyir divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena terbukti merencanakan dan menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer kelompok teroris yang mengadakan latihan bersenjata di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Jokowi ada dimana tahun 2011 ?

Dan kini setelah menjalani 2/3 masa hukumannya, dia seharusnya bebas bersyarat di Desember 2018.

Kamu marah, akupun juga marah. Tapi aku tak akan jadi hakim yang memvonis Jokowi adalah manusia yang tidak berempati pada luka hati para keluarga korban.

Menurutku jika memang kakek ini terbukti bersalah terlibat dalam peristiwa Bom Bali, sebaiknya jatuhi saja hukuman mati saat itu juga.

Nih sayang, aku kasi rekam jejak doi : 
10 Januari 2002
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Muljadji, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan eksekusi putusan kasasi MA.
8 Mei 2002
Kejaksaan Agung (Kejagung) membatalkan pelaksanaan 18 Oktober 2002
Baasyir ditetapkan tersangka oleh Polri atas pengakuan Omar Al Faruq kepada Tim Mabes Polri di Afghanistan terkait jaringan terorisme.
2 September 2003
PN Jakpus memvonis 4 tahun penjara. Tapi putusan ini dibatalkan oleh MA karena tidak terlibat terorisme.
3 Maret 2005
PN Jaksel menghukum Ba'asyir 2,6 tahun penjara karena pemalsuan dokumen.
14 Juni 2006
Ba'asyir menghirup udara bebas karena mendapatkan remisi 4,5 bulan.

Paham kan sayang ? 
Aku rasakan kesedihan kalian. 
Yuk biarkan dia menghirup udara kebebasannya sekali lagi, daripada dia mati di penjara,ntar malah ribut negeri ini.

Sayang,kita move on untuk masa depan anak cucu kita. Jangan golput karena itu bukan pilihan.

Ketjup Sayang, Mbok Niluh.

Sumber : Status Facebook Niluh Djelantik

Monday, January 21, 2019 - 17:45
Kategori Rubrik: