Mengapa Saya Tak Setuju Pemerintah Terlibat dalam Pemulangan HRS

Oleh : Rudi S Kamri

Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih atas kebijaksanaan Admin FB yang bersedia menerima keberatan dan penjelasan saya atas keputusan "banned/blokir" selama 30 hari atas akun saya karena postingan meme saya tentang Ali Mochtar Ngabalin. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada teman- teman yang banyak memberikan dukungan kepada saya dalam masalah ini. Alhamdulillah Puji Tuhan saya TIDAK JADI LIBUR sebulan memposting tulisan saya di akun FB saya. Huuuh bisa gatel jempol saya tidak bisa nulis selama itu.

Berkaitan dengan postingan saya tentang keberatan saya akan keterlibatan Pemerintah dalam proses kepulangan Rizieq Shihab, rasanya saya perlu menjelaskan dengan lebih detail keberatan saya atas statemen yang dengan jelas dan gamblang disampaikan oleh Ali Mochtar Ngabalin pada 16 Juli 2019.

 

Pertimbangan keberatan saya adalah sebagai berikut :

PERTAMA
Kaburnya Rizieq Shihab ke Arab Saudi adalah untuk menghindari proses hukum yang membelitnya terutama terkait hubungannya dengan Firza Husein. Bukan karena masalah politik atau sengaja diasingkan oleh Pemerintah. Jadi sangat tidak mendidik, aneh dan akan menimbulkan preseden buruk kalau akhirnya Pemerintah memfasilitasi proses kepulangan WNI yang sedang bermasalah hukum di negeri ini. Kecuali ada jaminan dari aparat kepolisian bahwa kedatangan dia dalam kaitan dengan kelanjutan proses hukum yang dituduhkan kepada dia.

KEDUA
Masyarakat khususnya mayoritas pendukung Jokowi masih merasakan luka mendalam yang diakibatkan oleh ujaran kebencian yang sangat kasar yang dilakukan oleh Rizieq Shihab kepada Presiden Jokowi dan Pemerintah. Oleh karena itu menurut saya keterlibatan Pemerintah dalam proses kepulangan Rizieq Shihab akan semakin melukai perasaan mayoritas masyarakat Indonesia yang mendukung Jokowi. 

KETIGA
Menurut saya, saat ini sangat tidak tepat waktunya kalau masalah kepulangan Rizieq Shihab ini disuarakan oleh orang Pemerintah, saat para pendukung Jokowi sedang euforia mensyukuri anugerah Allah SWT atas kemenangan Jokowi-MA. Karena menurut saya akan berpotensi kontra produktif terhadap dukungan masyarakat kepada Presiden Jokowi. Disamping itu akan sangat mungkin dipersepsikan publik hal ini sebagai syarat atau barter rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo. 

KEEMPAT
Saya berpendapat kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia lebih banyak mudharatnya dibanding dengan manfaatnya. Karena berdasarkan rekam jejak selama ini keberadaan dia berpotensi akan mengganggu stabilitas politik dalam negeri.

KELIMA
Masyarakat Indonesia masih trauma dengan kejadian saat Yusril Ihza Mahendra tiba-tiba menyuarakan pembebasan bersyarat Abu Bakar Ba'asyir. Pada saat sudah disuarakan ke publik dan ternyata akhirnya dibatalkan oleh Presiden Jokowi, akhirnya Presiden Jokowi yang menjadi sasaran tembak serangan dari kelompok Islam. Keterlibatan Pemerintah dalam proses kepulangan Rizieq Shihab yang disuarakan oleh Ali Mochtar Ngabalin ini dikhawatirkan akan berpotensi sama apabila ternyata Presiden Jokowi ternyata tidak menyetujui keterlibatan Pemerintah dalam kepulangan Rizieq Shihab. Presiden Jokowi yang akan menjadi sasaran empuk serangan para pendukung Rizieq Shihab bukan Ali Mochtar Ngabalin. Ini yang harus saya cegah.

Demikianlah pertimbangan saya dalam menyuarakan keberatan saya terhadap keterlibatan Pemerintah dalam proses kepulangan Rizieq Shihab. Kalau ternyata Rizieq Shihab mau pulang sendiri ya silakan karena hal itu merupakan hak pribadi dia. Tapi harus diingat kewajiban dia sebagai warga negara yang taat hukum pun juga harus ditunjukkan. Jadi tidak ada maksud saya untuk menyerang secara pribadi kepada Ali Mochtar Ngabalin atau kepentingan apapun kecuali niat saya ingin melindungi kewibawaan Presiden Jokowi. 

Demikian klarifikasi dari saya. Agar dipahami dengan hati yang jernih. Kalau maksud Ali Mochtar Ngabalin tidak seperti yang diucapkan dalam wawancara dengan reporter TV One, saya menunggu klarifikasi dari Ali Mochtar Ngabalin. Dan Ali Mochtar Ngabalin juga harus menjelaskan mengapa statement dia pada tanggal 16 Juli 2019 berbanding terbalik dengan pernyataannya ke media pada tanggal 10 Juli 2019. Mengapa bisa berubah 180° dalam waktu secepat itu, Mas Bro ?

Salam SATU Indonesia,
17072019

 

(Sumber: facebook Rudi S Kamri)

Thursday, July 18, 2019 - 16:45
Kategori Rubrik: