Mengapa Sandiaga Makin Kurang Ajar dan Tak Beretika?

Ilustrasi
Sandiaga Uno yang hanya menyandang jabatan Wakil Gubernur ini berbeda, dia dengan kurang ajar berulang-ulang mengatakan di depan media bahwa :
1. Pembangunan Ekonomi di bawah Presiden Jokowi gagal total.
2. Jokowi akan bernasib sama dengan Najib Razak eks PM Malaysia yang akan terjungkal di Pilpres 2019.
 
Pernyataan ini kalau diteriakkan oleh si pipi gembil Fadli Zon atau Fahri Hamzah atau Si Mickey Mouse Yusril Ihza Mahendra saya masih bisa maklum karena mereka memang jelas dari barisan oposisi dan bukan pejabat Pemerintah. Tapi kalau dilakukan oleh seorang Wakil Gubernur seperti Sandiaga Uno, ini sangat mengherankan. SANGAT kurang ajar dan tidak tahu etika. Disamping apa yang disampaikan itu MENYESATKAN dan JAUH DARI KEBENARAN, si anak mami ini juga begitu bodoh dan konyol sehingga tidak bisa membedakan bahwa dia bukan sekedar seorang yang berasal dari Partai oposisi, tapi saat ini dia merupakan pejabat negara aktif dan merupakan bagian dari administrasi Pemerintahan Jokowi.
 
Saya tidak yakin maminya tidak mengajarkan etika, karena beliau dikenal dengan pakar etika. Jadi saya tidak mengerti darimana asal muasal kekurang-ajaran dan ketidak-mampuan beretika dari Sandiaga Uno berasal.
 
 
Tapi untuk memberikan efek jera, menurut saya Mendagri Tjahjo Kumolo harus berani tegas merekomendasikan kepada Presiden agar Sandiaga ini diberikan sanksi yang sangat tegas minimal berupa teguran keras. Kalau ada kepala daerah bersikap melawan dan kurang ajar kepada Presiden kemudian hanya didiamkan saja, hal ini akan menimbulkan PRESIDEN BURUK dalam etika ketatanegaraan negara ini. Kita tidak bisa mengharapkan atasan langsung Sandiaga Uno yaitu Gubernur Anies Baswedan mau menegur wakilnya. Karena mereka pasangan sepaket laiknya Giant dan Suneo.
 
Bagaimanapun juga seorang kepala daerah entah itu Bupati, Walikota atau Gubernur adalah bagian dari sistem administrasi pemerintahan sebuah negara. Jadi mereka dari manapun asal partainya tidak boleh keluar dari koridor manajerial yang ditetapkan oleh Pemimpin Tertinggi dalam administrasi pemerintahan yaitu Presiden. Mereka juga tidak boleh melanggar norma dan etika kesantunan birokasi. Kalau kekurang-ajaran ini dibiarkan tanpa sanksi akan berpotensi melahirkan pembangkangan Kepala Daerah kepada Presiden. Dan ini akan berpotensi besar juga menimbulkan ketidak-sinkronan manajemen pembangunan nasional. Ujung-ujungnya nanti rakyat yang akan menjadi korban.
 
Sandiaga Salahuddin Uno harus diberi pelajaran yang sangat keras. Kalau tidak dia akan merajalela melakukan apa saja seenak udelnya. Keculunan berpolitik tidak bisa menjadi pembenaran. Kebodohan bawaan lahir tidak bisa juga digunakan sebagai alasan. Karena apapun, dia sudah menjadi seorang pejabat negara yang mau tidak mau, suka tidak suka harus tunduk pada semua aturan dan etika birokrasi yang berlaku, tanpa terkecuali.
 
Sekali lagi saya berharap Mendagri Tjahjo Kumolo jangan sok heran dan plonga-plongo saja. Lakukan sesuatu karena anda punya 'legal standing' yang sangat kuat. Seorang pembantu Presiden yang baik harus berani melindungi kehormatan dan kewibawaan seorang Presiden. Jangan biarkan Presiden menghadapi seorang diri dan dihina sesuka hati.
 
Masak sama anak unyu-unyu dengan jurus bangau bencong aja takut, Om Tjahjo ???
 
Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri
Saturday, June 2, 2018 - 13:00
Kategori Rubrik: