Mengapa Sandi Suka Bikin Janji Palsu?

Oleh: Rudi S Kamri

 

Saya yakin kelompok hura-hura pendukung pasangan Capres-cawapres 02 adalah kelompok yang sangat minim literasi. Mereka hanya asal bunyi dan asal menembak lawannya dalam hal ini Jokowi dengan ujaran yang tidak bermutu dan asjep (asal jeplak). Contohnya mereka dengan kalimat berbusa- busa menuding Jokowi bohong karena tidak menunaikan janjinya untuk buyback atau membeli kembali saham Indosat yang saat ini 65% dimiliki oleh Ooredoo Group dari Qatar.

Baiklah saya akan mencoba membuat analogi sesederhana mungkin agar bisa ketangkap dengan level nakar dan intelektualitas kaum pendukung 02.

 

 

Seorang pria berjanji dengan calon istrinya bahwa setelah menikah akan memberikan 1 gerai waralaba minimarket X. Dengan catatan kalau uang sudah cukup dan perekonomian keluarga sudah stabil. Setelah menikah dan mulai mengumpulkan uang, ternyata kelompok waralaba minimarket X tersebut sedang mengalami masalah serius sehingga hampir semua gerai yang ada tidak laku dan beberapa diantaranya bahkan sudah tutup atau bangkrut. Sehingga si pria tersebut memutuskan batal membeli dan mengalihkan investasinya ke usaha lain yang lebih menguntungkan.

Pernyataannya, apakah si pria tersebut seorang pembohong karena tidak menunaikan janjinya atau seorang yang realistis dan mempunyai intuisi bisnis yang bagus ?

(Jawaban Anda akan menunjukkan kualitas intelektualitas Anda)

Analogi sederhana di atas tepat menunjukkan yang dilakukan Jokowi pada saat ini. Pada saat sessi debat Capres tahun 2014 beliau ditanya oleh Prabowo tentang apa yang dilakukan terhadap Indosat, jawaban beliau sebagai berikut :

"Ke depan kita akan buyback saham Indosat sehingga menjadi milik kita lagi. Dengan catatan ekonomi kita harus tumbuh 7 persen. Makanya saya sampaikan kalau bisa pertumbuhan bisa di atas 7 persen, membeli saham Indosat itu bukan sesuatu yang sulit", kata Jokowi.

Di sela-sela kampanye di Pontianak Senin, 23 Juni 2014, Jokowi menambahkan pernyataan tentang buyback saham Indosat sebagai berikut :

"Kan kita sampaikan ada klausul buyback. Buyback itu tentu saja kalau harganya wajar dan sesuai, biasanya kalau pas, sahamnya itu pas lagi bagus-bagusnya pasti harga 'sweetener', minta yang paling manis, itu," kata Jokowi.

Realitanya sekarang kondisi bisnis dan nilai saham Indosat sangat TIDAK MENARIK untuk di-buyback. Bahkan sangat konyol kalau hal itu dilakukan oleh Presiden Jokowi saat ini. Dan menurut saya apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dengan tidak melakukan buyback saham Indosat saat ini adalah keputusan yang sangat tepat dan sangat realistis. Lebih baik dana yang ada dialihkan ke sektor pembiayaan yang lebih menguntungkan secara bisnis dan bermanfaat bagi rakyat, misalnya pembangunan jalan tol atau infrastruktur lainnya.

Bahkan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Prof. Dr. Rhenald Kasali menyarankan agar Presiden Jokowi tidak perlu melakukan buyback saham Indosat.

“STOP pembicaraan soal buyback saham Indosat, karena itu akan sangat merugikan kita,” ujar Rhenald seusai acara bedah buku di Kampus UI, Depok, Selasa, 6 November 2018.

Menurut Rhenald Kasali kondisi Indosat saat ini sudah cukup lama tidak membagi dividen kepada para pemegang sahamnya dan juga bisnisnya tidak menguntungkan lagi. Rhenald menuturkan perusahaan telekomunikasi saat ini bukan lagi bisnis yang menguntungkan secara ekonomi. Apalagi Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang melarang negara memiliki dua BUMN di bidang telekomunikasi.

So, kalau sekarang Sandiaga Uno melempar janji untuk buyback saham Indosat, bagi saya dia hanya sedang melempar pepesan kosong. Dia hanya sekedar memanjakan kebodohan para pendukungnya. Artinya Sandiaga hanya sedang membuat janji palsu lagi dan lagi. Karena dia sebagai pengusaha pasti tahu untuk apa membuang uang untuk membeli barang yang tidak profitable lagi.

Jadi lagi-lagi pendukung Prabosan kena PHP oleh mulut manis Sandiaga. Pertanyaannya, kalian belum kapok-kapok juga dibohongi ? 
Pemberian modal OK-OC : Pruuuuttt
Rumah DP 0 Rupiah : Preeeettt

Sandi-Sandi, tidakkah kau lelah membohongi rakyat pendukungmu ? Aku saja yang bukan pendukungmu, lelah mendengarnya Nak.

Salam SATU Indonesia,
Rudi S Kamri
21032019

#StopBohongiRakyat

 

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)

Thursday, March 21, 2019 - 23:00
Kategori Rubrik: