Mengapa Pria Usia 70 Disarankan Berpikir Ulang Bila Ingin Menikah?

ilustrasi

Oleh : Fahmi Ali NH

Menurut Imam Ghozali, biar niat ikhlas bisa diraih, terlebih dahulu harus mengenyahkan hal-hal yang mubahat (yg hukumnya boleh). Ini dimaksudkan biar konsentrasi, gak keputus pas beribadah dan kesholehan itu berbuah kesholehan.

Misal suami/istri muncul semangat mau nderes Qur'an. Sebelum nderes, dilihat kerjaan udah beres atau belum, cucian piring numpuk atau nggak, anak udah mandi atau belum, kebelet atau nggak, waktunya longgar atau nggak. Kalo belum beres semua, dipastikan nderes gak akan tenang dan kesholehan itu gak berbuah kesholehan lain.

Jadi, biar niat ibadah ikhlas itu muncul, harus mengerti prioritas dulu lalu munculkan rasa senang. Prioritaskan hal2 yg berpotensi mengganggu kelancaran ibadah, lalu baru munculkan rasa senang saat mengenyahkan potensi yg mengganggu dan saat beribadah.

Ngomong prioritas, ada anekdot, mbah.

Mbah Supri, duda kaya berusia 70 tahun, mau nikah lagi dengan seorang janda muda. Biar hatinya mantep, dia sowan ke Kyai Sarip.

"Kyai, saya mau nikah dengan calon saya, enaknya dibikin resepsi atau nggak ya?" Tanya Mbah Supri.

Di luar dugaan, Kyai Sarip malah nggebrak meja. Mbah Supri jelas kaget dan keder.

"Mbah, kok malah bingung masalah itu sih?" Sengat Kyai Sarip, "Sebelum sampeyan nikah, pastikan dulu ente punya barang masih bisa at-tahiyat atau udah salam?"

#AyoNyarkub #AyoNgopi

Sumber : Status Facebook Fahmi Ali NH
 
 
 
Thursday, September 3, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: