Mengapa Membela Pancasila?

Oleh : Abhumi

Pada kenyataannya, khilafah, monarki, kraterocracy, ataupun kleptocracy, hanya bisa d wujudkan d Indonesia setelah melangkahi mayat sang Garuda.

Dalam sebuah peperangan, dari jaman Gaj Ahmada sampai jaman Google, setengah dari peperangan adalah logistics. Logistic mulai dari makanan, sampai perluru dan artileri.

Logistic adalah salah satu faktor yg membuat Nazi Germany babak belur dalam operasi Barbarossa ketika menyerang Russia. Begitu juga dengan Napoleon dalam usahanya menguasai Russia, gagal krn sulitnya mempertahankan supply logistic yg stabil juga krn keputusan Russia untuk membakar ladang dan rumah mereka sebelum d kuasai Prancis.

Lalu mengapa ISIS d Syria & Iraq bisa begitu kuat memlawan tuan rumah yg notabene menguasai infrastructure dan memiliki jalur logistic? Bagaimana mereka bisa mendapatkan logistic nya sendiri untuk memberi makan pasukannya?

Salah satu alasannya adalah supply penjualan minyak gelap dan tebusan untuk para tawanan perang. Tetapi uang tak bisa d makan, dan uang tak bisa membunuh.

Kalaupun mereka menguasai uang tampa batas, pertanyaan terbesarnya tetaplah darimana mereka mendapatkan supply makanan dan amunisinya? Darimana mereka mendapatkan tank, mortar dan bazoka? Di mana mereka membelanjakan uang yg tak terhingga itu?

Problem terbesar Iraq & Syria adalah mereka punya terlalu banyak daratan, yg bersinggungan langsung dengan negara tetangga seperti Jordan, Saudi, dan Turkey.

Tampa perlu menuduh negara manapun sebagai pendukung ISIS *rrrDOgan.. ehem.. maaf, aku batuk.. kenyataan bahwa Syria & Iraq berbatasan dengan banyak negara sudah pasti problematic. Dalam hal Syria, berbatasan langsung dengan Iraq, Turkey, Lebanon, dan Israel melalui Golan Heights.

Seandainya, cuma seandainya, jalur logistic dan amunisi berasal dari Turkey, maka apakah yg bisa d lakukan pemerintah Syria? Bagaimana menghentikan jalur logistic dari Iraq? Tidak mudah.

Untung saja Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar. Dengan perbatasan darat hanya melalui Malaysia. Kemunculan ISIS d Indonesia tdk akan sama seperti d Syria. Tidak mudah menyelundupkan bertruk2 amunisi dan senjata antar pulau. Apalagi persenjataan berat.

Memang benar, senjata rakitan dapat d buat d tempat. Tidak perlu d import dari luar negeri. Tapi mohon jangan samakan SS2 V4 Pindad d tangan para sniper TNI yg 10 tahun berturut2 memenangkan AASAM, seperti Serda Woli Hamsan yg memperoleh penembak terbaik pada 2017,.. dengan bajingan perampok sepeda motor yg menembak Italia Chandra dari jarak dekat beberapa hari yg lalu.

Dalam perang terbuka, ISIS, Daesh, ITIL (ehem), atau apapun namanya d Indonesia akan sangat kesulitan menghadapi TNI dan seluruh kekuatannya. D tambah lagi, keberadaan penduduk Indonesia yg masih lebih mencintai konsep NKRI dan Pancasila d bandingkan ilusi khilafah ala al-Baghdadi, pasti akan menentang dan menyulitkan mereka.

Itulah sebabnya saat ini anda dapat merasakan usaha untuk mendiskreditkan Pancasila. Krn bila support kepada Pancasila berkurang, maka peluang untuk meruntuhkan NKRI dan menggantinya dengan konsep lain menjadi jauh lebih mudah. Mau khilafah, monarki, kraterocracy, ataupun kleptocracy, harus dilakukan setelah melangkahi mayat sang Garuda.

Yg mungkin juga dapat anda rasakan, adalah adanya usaha pedekate dari pihak pendukung khilafah, untuk merangkul Gatot Nurmantyo, sebagai ujung tombak kekuatan TNI. Tetapi Gatot adalah seorang prajurit. Berbeda dengan warga sipil yg terputus hubungannya dengan Pancasila setelah lulus pelajaran PPKN, seorang prajurit tdk pernah terlepas dari ikrar Sapta Marga.

Selama para prajurit masih memegang erat Sapta Marga, selama TNI, Polri, dan segenap bangsa Indonesia masih mencintai ide sebuah negara kesatuan yg d sebut Republik Indonesia. Selama ideology Pancasila masih dapat berdiri tegak menghadang topan badai,.. ISIS dan delusi khilafah nya tdk akan dapat hidup d Indonesia.

Tapi tentunya, sang Garuda tdk boleh kita biarkan berjuang sendiri. Jangan bertindak seperti seorang bibieb yg melarikan diri terbirit2 d kejar kasus, dan berlindung mengorbankan nama ulama, umat, bahkan agamanya.

Kita yg mencintai Pancasila, tidak akan mengorbankan Pancasila. Kita akan berdiri melindunginya.**

Sumber : facebook Abhumi

Tuesday, June 20, 2017 - 07:15
Kategori Rubrik: