Mengapa Kita Selalu Bertengkar Mendalami Agama Sendiri?

Oleh : Iwan H Suriadikusumah

Saya bicara soal Islam, agamaku sendiri.Selain Islam mah biar diurus oleh para penganutnya sendiri.Al Quran, Kitab Suci agama saya ini memuat segabrek suruhan sangat keras untuk mempergunakan AKAL dan PIKIRAN[1].Akal dan pikiran sendiri tentunya, bukan akal dan pikiran orang lain. Paling tidak, itulah penangkapan saya.Tetapi Para Ulama, baik yang diangkat[2] maupun yang mengangkat dirinya sendiri sebagai Pemimpin Agama tidak suka akan ayat-ayat ini, betapapun segabrek banyaknya maupun seperti apapun kerasnya suruhan tersebut.

Karena mereka yang mencari nafkahnya melalui Ilmu Agama tidak menyukai ummat yang berakal dan berpikir. Yang mereka butuh adalah ummat yang taqwa dan patuh kepada Para Ulama, yang akan menjamin kelestarian lapangan pencaharian mereka itu. (Dalam ayat Al Quran disebut buta dan tuli atau seperti ternak! Di ayat surat mana, hayoooo……??!)

Meskipun sama sekali tidak ada suruhannya (untuk patuh kepada para ulama dan pemimpin agama itu) dalam Al Quran.[3].Suruhan patuh yang ada dalam Al Quran hanya kepada TIGA pihak:

1. Allah.

2. Nabi.

3. Umara. (BUKAN ulama!!!) ***

Untuk mencapai bentuknya seperti sekarang ini, Kitab Suci Al Quran telah mengalami perjalanan selama beratus-ratus tahun sejak k.l. duapuluh tahun SETELAH NABI MUHAMMAD SAW WAFAT!Perjalanan yang luar-biasa panjang dan berlikunya.Sehingga Nabi Muhammad saw sediripun tidak pernah tahu bentuk Al Quran yang sekarang sudah jadi baku di dunia ini. Yang mutlak harus sama ke titik-komanya, tidak boleh berbeda sama-sekali meskipun mazhab dalam Islam tidak terhitung banyaknya. Isi Al Qurannya mah sama!

Ummat Islam yang memakai akal dan berpikir akan terheran-heran mendapatkan isi Al Quran yang berlawanan dengan akal sehat, bertentangan dengan kenyataan dan fakta-fakta di dunia, dan jelas-jelas menafikan atau tidak mau mengakui kemajuan Ilmu Pengetahuan yang telah dicapai oleh ummat manusia!Itu terlalu banyak untuk dijelaskan dan diterangkan, apalagi diuraikan oleh Para Ulama. Tidak ada satupun di antara mereka yang sanggup menanganinya, apabila ummat dibiarkan memakai akal dan pikiran seperti suruhan Al Quran. Karena ummat akan mempertanyakan banyak sekali kontroversi yang ada dalam Al Quran!

Apalagi banyak sekali di antara mereka yang meyakini bahwa satu-satunya kitab yang patut dipelajari dan didalami hanyalah Al Quran. Sebagian kecil di antara mereka malah haqul yakin bahwa Allah Yang Maha Tahu dan Sumber Segala Ilmu itu hanya berbicara dalam Bahasa Arab! Kalah oleh gadis Rusia Bella Devyatkina atau gadis Polandia Laura Maliszewska gadis-gadis legendaris yang bisa berbicara dalam delapan Bahasa. Atau bahkan Raden Mas Sosrokartono, kakak R.A. Kartini yang menguasai, artinya berbicara, dalam 24 bahasa asing dan 10 bahasa Nusantara. Yang sayang sekali tidak ada rekaman Youtubenya!

Bagaimanapun, kita tidak akan pernah berhasil menahan perputaran jaman.Setelah lebih dari dua ribu tahun diselewengkan dan disembunyikan, internet akan membukakan segala apa yang ditutup-tutupi oleh Para Penguasa dan “Ulama” yang berlindung dan memanfaatkan agama buat jaminan kelangsungan kekuasaan dan penguasaan mereka atas ummat manusia.Entah, apakah kita juga masih akan mengalami jaman agama kembali kepada fitrahnya ini kelak?

Yaitu menjadikan manusia “rahmatan lil alamin” atau RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM seperti ditulis dengan gamblang dalam Al Quran[4].

Sumber : Status Facebook Iwan H Suriadikusumah

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *