Mengapa Keluarga TNI Harus Hati-Hati di Medsos

ilustrasi

Oleh : Alto Luger

Dalam konteks Pertahanan Negara, keluarga dari personil militer adalah salah satu celah yang akan di-profile oleh musuh-musuh negara.

Semakin terbuka profil istri/suami dari seorang personil militer, maka semakin gampang dilakukan profiling terhadap personil militer tersebut. Akses ke informasi yang dipegang oleh sang personil militer bisa dengan mudah diperoleh lewat istri/suami, karena profiling yang dilakukan sudah menemukan 'entry point'.

Banyak negara yang sudah menyadari hal ini dan sudah mulai membatasi anggota militernya, dan keluarganya, untuk punya akun media sosial.

Hal ini semata-mata untuk mencegah agar personil militer mereka tidak gampang diprofiling oleh musuh.

Beta sering berdiskusi dengan beberapa sahabat yang orang tuanya dulu adalah anggota militer, terutama di bagian intelijen. Keluarga dekat mereka pun gak pernah tahu apa yang dilakukan oleh suami dan ayah mereka. Benar-benar senyap. Tidak ada diskusi tentang pekerjaan, atau pilihan politik. Salut dengan keluarga-keluarga militer seperti begitu.

Jadi, yang dibatasi oleh TNI itu bukan hak-hak dan/atau pilihan politik dari istri-istri anggota TNI, akan tetapi yang dibatasi adalah cara dan medium yang dipakai untuk menunjukkan pilihan politiknya.

Sumber : Status Facebook Alto Luger

Monday, October 14, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: