Mengapa Hukum Islam Tak Bisa Diterapkan

ilustrasi
Oleh : Ahmad Sarwat
Tidak tegaknya syariat Islam di suatu negeri sebenarnya bukan karena penguasa yang menghalangi. Buktinya di Aceh, hukum syariah boleh kok.
Lagian penguasa itu kan kita-kita juga. Muslim muslim juga. Setidaknya mayoritas. Anggota DPR-RI dari pusat hingga daerah muslim juga. Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, Wali Kota, hingga pak RW dan pak RT, rata-rata muslim juga.
Di luar partai Islam, anggotanya juga muslim. Perangkat pemerintah dari pusat hingga daerah, muslim juga.
Tidak tegaknya hukum Islam itu sebenarnya dihalangi oleh kita-kita sendiri. Kita yang oleh sebab kejahilan, justru karena jahil kita sebagai pemeluk Islam atas hukum syariatnya sendiri.
1. Potong Tangan Pencuri
Quran memang perintahkan potong tangan pencuri, tapi tangan yang mana? Kanan apa kiri? Sampai mana? Sampai pergelangan, siku atau pundak?
Berapa nilai harta yang dicuri? Kalau nyolong mangga tetangga, apakah harus dipotong juga? Tergantung juga, berapa biji mangga ya, sebiji apa satu kontainer?
Sayangnya di ayat Qurannya tidak dijelaskan SOP nya. Ayatnya cuma suruh potong tangan secara umum. Tidak dijelaskan, siapa yang berkewajiban untuk memotongnya. Apa satu orang saja yang memotong atau ramai-ramai orang sekampung senegara ikutan motong tangannya?
Banyak yang belum tahu kan? Ya iya lah. Orang nggak pernah belajar, mana mungkin tahu aturannya.
2. Cambuk Pezina
Quran juga suruh kita mencambuk Pezina 100 kali. Tapi apakah wanita di lokalisasi itu semuanya kudu dicambuk satu per satu? Bagaimana dengan pelanggannya, dicambuk juga kah?
Bagaimana dengan pasangan kumpul kebo, pelanggan hotel esek-esek, pengunjung karaoke, niteclub, diskotik, hiburan malam dan seterusnya, apakah semua juga dicambuk juga?
Sebentar, dicambuk atau dirajam? Kalau dirajam, mana ayatnya? Kalau dasarnya hadits, haditsnya mana? Semua ada SOP nya dengan detail.
Pernah belajar? Punya literaturnya?
3. Qishash
Qur'an mewajibkan hukum qishash, intinya nyawa dibalas nyawa. Luka dibalas luka.
Lalu bagaimana kalau kecelakaan tunggal mobil dan menewaskan penumpangnya, ada anak, istri dan lainnya. Apakah pengemudinya harus diqishosh juga?
oOo
Potong tangan, rajam dan qishash bagian dari hukum Qur'an. Tapi sayang sekali Qur'an terlalu sedikit menjelaskan detail ketentuannya.
Dan sayangnya lagi, kita tidak boleh ngarang sendiri dalam melaksanakan hukum Al-Quran. Harus ada SOP yang lengkap, berdasarkan hadits Nabawi dan juga atsar para shahabat.
Intinya, kita perlu belajar secara lebih mendalam, bukan ngasal. Kita perlu buka literatur biar benar-benar menguasai. Tidak cukup hanya jargon tegakkan syariah.
Ibarat dunia persilatan, jangan cuma bisa bikin onar dan keributan di pasar. Tapi serius lah, coba masuk perguruan silat, dalami dan tingkatkan jurus-jurus silat anda.
Kalau ilmu belum tinggi, tidak usah norak dan sok petantang-petenteng kayak jagoan kurang musuh di tengah keramaian.
Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat
Wednesday, January 13, 2021 - 10:00
Kategori Rubrik: