Mengapa Generasi Kita Banyak Intoleran

ilustrasi

Oleh : Bintang Prabowo

Tentang salju dan jumatan di al-istimewa..

kemarin nggak sempat nulis tentang masjid kecil tanpa nama tempat jumatan, yang saya beri nama sendiri al-istimewa..

terlalu excited dengan pengalaman hujan salju pertama saya..

tidak seperti dugaan sebelumnya, ternyata ketika salju datang, tidak jauh lebih dingin dari sebelumnya.. malah beberapa teman mengatakan bahwa lebih hangat ketika salju mulai turun..

(((luwih anget owk)))

melihat pemandangan sekitar, rasanya seperti menjalani hidup di dalam ilustrasi buku HC Andersen.. bangunan-bangunan tua di Trondheim dan pepohonan yang tertutup salju, terasa seperti almost unreal..

sensasi diterpa serpih salju dari langit, serta menapak di jalanan tertutup es lembut benar-benar saya syukuri sebagai kekayaan pengalaman batin.. semacam mimpi basah pertama lah..

nggak terasa, jalan kaki lebih dari 2,4km dari kubikel lab saya habiskan dengan senyum-senyum dan ketawa kecil sepanjang perjalanan..

mungkin mirip seperti senyum anak kecil dengan es serut warna-warni pertamanya, sepulang dari SD di musim kemarau..

saya memilih rute NTNU Gløshaugen - Bakklandet - Gamle Bybro (Old Bridge), karena lebih ramah pejalan kaki.. bukan berarti rute lain tidak ramah..
hampir semua ruas jalan di Trondheim sangat ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda..
bahkan penyandang difabilitas bisa mengakses fasilitas pedestrian di seluruh kota.. termasuk memasuki seluruh fasilitas publik secara mandiri, tanpa bantuan siapapun..

setelah melintasi sungai Nidelva di atas jembatan-tua (Old Bridge) berwarna merah itu, menjelang sampai ke masjid, ada satu hal yang minggu lalu luput dari perhatian saya: mobil polisi yang memantau keamanan dari kejauhan..

pasti bukan mobil intel, karena warnanya mencolok, dan bertuliskan huruf kapital: POLITI..
diposisikan agak jauh, dengan moncong menghadap masjid (gedung kayu warna putih, separuh yg kanan, hanya lantai-1nya saja), supaya memberikan rasa nyaman bagi semua pihak.. sambil memberikan sudut pandang pengawasan yg lebih luas pada keadaan sekitar..

bila ada kendaraan atau orang aneh dan mencurigakan ketika ibadah dimulai, mereka bisa langsung mendekat atau memanggil bala bantuan..

benar-benar bentuk tepo-sliro, tenggang rasa dalam bentuk tertingginya..
saya notice, orang-orang di sini sangat ramah, helpful, entengan, dan menyenangkan..

saya kadang jadi heran dengan ajaran para guru di SD dahulu, supaya kita tidak terpengaruh "Budaya Barat"..

pantesan kita sekarang panen generasi intoleran, jam karet, nyampah, dan sulit ngantri.. mulut sampah, cocot kencono, dan kurang adab terhadap orang lain, terutama kepada orang yang lebih tua.. both online and offline..

selain karena hujan salju yang cantik ini, jumatan di Masjid al-istimewa menjadi lebih istimewa karena di inbox email saya muncul message berisi undangan dari Fakultas untuk menghadiri Christmas Party, hari Kamis, tanggal 12 Desember.. itu akan menjadi undangan resmi pesta natal pertama saya.. pesta ya, bukan misa..

kalau diberi topi sinterklas, insyaAllah akan saya pakai untuk Jumatan besok siangnya..

kalau nanti ada yang nginbox saya tausiyah panjang lebar khawatir automurtad, tenang aja..

ntar baca dua kalimat syahadat kan balik jadi islam lagi..

santai..

Sumber : Status Facebook Bintang Prabowo

Sunday, December 1, 2019 - 18:30
Kategori Rubrik: