Mengapa Ada Saling Hujat

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Ketika pilpres bangsa indonesia terbelas dua. Namun setelah pilpres masih saja terbelah dua. Mengapa yang kalah tidak bisa menerima kalah.? Demikian kata saya kepada teman. Menurut teman saya sebenarnya ada yang kita lupa dan inilah menjadi akar persoalan bangsa ketika masuk era demokrasi liberal.Apa itu ? Kita tidak mengakui bahwa masa depan itu milik Tuhan. Kita berencana dan berjuang harus berhasil sesuai yang kita inginkan. Ketika keinginan tidak tercapai maka yang terjadi adalah amarah dan dendam

Padahal hakikat manusia adalah kelemahannya terhadap sang waktu dan itu adalah masa depan. Sehebat apapun manusia berencana namun pada akhirnya tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa depan. Menyadari ini adalah menyadari keberadaan sang penguasa takdir. Kalau kita percaya kepada Tuhan maka yang terjadi biarlah terjadi. Tak ada manusia yang bisa menarik mundur jarum jam.Yang bisa dilakukan manusia adalah bagaimana mendapatkan hikmah atas peristiwa tersebut.

Masalahnya banyak manusia yang tidak bisa menarik hikmah dari peristiwa yang terjadi. Mengapa bukan saya atau idola saya yang terpilih jadi presiden? Mengapa si kurus kerempeng yang bukan jenderal , yang tak hafidz Al Quran yang terpilih jadi Presiden. Karenanya selalu hal yang buruk yang di ingat terhadap si kerempeng itu. Rasa sesal berubah menjadi kebencian sehingga menjadi tabir antara dirinya dengan Tuhan. Mereka selalu punya alasan membenci dan memang untuk membenci tidak diperlukan kecerdasan.

Andaikan kita semua menyadari akan kelemahan kita sebagai manusia maka seharusnya kita terus melangkah kedepan ..move on. Biarlah yang terjadi menjadi Hak Tuhan. Kewajiban kita adalah menerima atau berdamai dengan kenyataan sambil terus memperbaiki keluaga kita, lingkungan kita dan tentunya diri kita sendiri untuk melewati sang waktu. Hanya dengan begitu kita punya harapan untuk lebih baik dari masa lalu, dan menjadi pemenang untuk membuktikan kita lebih baik dari yang lain.

Jadi udahan kecewanya terhadap terpilihnya Jokowi sebagai presiden dan Ahok sebagai gubernur. Yuuk..perbaiki diri, tebarkan cinta kepada siapapun agar yang jauh mendekat, yang dekat merapat, yang sempit terasa lapang dan gelap menjadi terang. Dengan begitu kita akan punya harapan , kelak akan terpilih pemimpin yang lebih baik dari yang ada sekarang...pahamkan sayang..** (ak)

Sumber : Facebook Erizeli Jely Bandaro

Wednesday, May 11, 2016 - 08:15
Kategori Rubrik: