Mengangkat Kembali Pariwisata

ilustrasi
Oleh : Arum Kusumaningtyas
 
Negara (juga daerah) yg menggantungkan ekonomi sepenuhnya pada pariwisata yg akan terdampak parah. Pemulihan ekonominya pun harus melewati jalan panjang.
Dengan mengikuti perkembangan mengenai vaksin Covid-19 dan berbagai protokol tentang pariwisata dunia saat ini, posisi negara-negara kepulauan akan berhadapan pola V Shape dalam pemulihan pariwisatanya.
Walaupun saat ini pariwisata menjadi pencipta tenaga kerja terbanyak di negara-negara kepulauan pun juga penghasil devisa besar bagi suatu negara, ekonomi berbasis pariwisata ini bukanlah ekonomi produktif. Sehingga, wajar menjadi sektor yg paling rentan di era pandemi ini.
Indonesia, dengan melihat data ekspor-impor kemarin, jelas masih ada peluang untuk pemulihan ekonomi nasional. Memang jelas bukan dari sektor pariwisata. Tetapi ekonomi basic Indonesia, pertanian dan pertambangan.
Dunia semakin tergantung pada China, yg diprediksi oleh ADB tumbuh 7.7% pada tahun 2021. Jenis-jenis industri terapan sederhans hingga advance mampu dirangkul semua oleh Pemerintah China. Pusat tumbuh GREAT BAY AREA menjadi kunci untuk oftaker dunia. Sungguh peluang Indonesia besar jika memahami konsepnya. Tak perlu jadi secondary dari Vietnam & Taiwan, negara tujuan ekspor kita kedua dan ketiga saat ini.
Selanjutnya, untuk pasar SDA murah, dunia akan semakin tergantung pada INDIA. Semua komoditasnya itu 11-12 dengan Indonesia. Tetapi, sudah lebih unggul dari kita. Sebut saja kelor, gula semut, karet, gula, tembakau, minyak atsiri. Belum lagi industri metalurgi mereka jauh lebih advance dari kita, sistem industrinya. Jangan heran, India diprediksi oleh ADB akan tumbuh 8% tahun depan.
Indonesia? WILD CARD. Jika saja, pemahaman kewilayahan, yg bukan hanya spatial tetapi juga bentang sosialnya dipahami pengambil kebijakan, mau menahan ego sektoral, tidak main politik-politikan dan nafsu brokerage nya hingga tiga tahun ke depan saja, fokus dg market intelligent unit nasional. Potensi kita tumbuh itu ada dan terjaga, hingga Indonesia tidak akan resesi.
 
Sumber : Status Facebook Arum Kusumaningtyas
Monday, September 21, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: