Mengajari Pak Mujiburrahman (bagian 1)

Oleh : Andrian Kaifan

1. Ini tabel data lengkap dari sumber BPS (2017) Pak. Begini cara menyampaikan data kredibel, sumber ditulis!

2. Data sekunder tersebut udah saya olah lebih lanjut shg dg basis 2014 sejak Pak Jokowi jadi presiden di ujung tahun, kita bisa mengolah persen kenaikannya dan mean kenaikan dalam 2 tahun (2015 dan 2016) Saya ga punya data impor 2017. Ini yg namanya MENGOLAH DATA, Pak.

3. Kalo MEMBACA data statistik deskriptif secara timeline begini, Bapak yg baik ga bisa menggunakan pakem2 statistik inferensial spt yg Bapak coba utarakan ada KORELASI nya. Hati2 dalam membaca statistik deskriptif timeline data Pak!

4. Coba liat di 2015, impor dari Cina naik 148,44% hampir sama dg impor dari Perancis yg 138,40% walo berat semen yg diimpor beda jauh. Pada 2015, impor semen dari Thailand yg mendominasi dg 1,14jt ton semen, walo terbaca hanya naik 74,75% masih jauhh dari kenaikan impor semen dari Cina pada tahun yg sama. Kenapa ga Anda fitnah Thailand aja? Hahahahaha!

5. Tahun 2016, impor semen dari Cina naik 26,7% walo nilai berat semen impornya yg 195.512,70 ton masih lebih kecil dari impor semen dari Thailand yg 211.060,40 ton bahkan masih jauhhhh di bawah impor semen dari Vietnam 455.710,60 ton pada tahun yg sama. Sekali lagi hati2 dalam membaca data statistik deskriptif, Pak! Banyak2 belajar lagi ya..

6. Semisal ada impor Sapi dari negara PKS, tahun 2014 ada 100 ekor Sapi, tahun 2015 ada 200 ekor, shg kenaikan impor Sapi dibaca 100%, bolehkah kita MEMAKI Negara PKS, sementara dari Negara Sohibul tahun 2014 impor Sapi 2000 ekor, dan 2015 impor Sapi 2010 ekor (hanya naik 0,5%)????

Banyak2 belajar baca tabel dan cepatlah pintar mengolah data BUKAN 'mengolah' data ya Pak? Kok bisa sih duduk di DPR RI????? 

Sumber : facebook Andrian Kaifan

Monday, May 7, 2018 - 21:45
Kategori Rubrik: