Menertawakan Tol Laut

Ilustrasi

RedaksiIndonesia - Salah satu janji kampanye Presiden Jokowi adalah tol laut. Program ini bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan di seluruh nusantara demi tercapainya kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok, selain itu juga agar tidak terjadi disparitas harga antar wilayah. Sebenarnya sudah sejak Mei lalu program tol laut ini beroperasi, yang pertama adalah trayek Lampung Surabaya. Namun baru-baru ini kembali hangat diperbincangkan oleh kaum Salawi dan manusia dua dimensi (MDD). Hal ini disebabkan kembali diresmikannya 6 rute baru.

1. Tanjung Perak (Jawa Timur) – Tual (Maluku) – Fakfak (Papua Barat) – Kaimana (Papua) – Timika (Papua) – Kaimana – Fak-Fak – Tual – Tanjung Perak

2. Tanjung Perak – Saumlaki (Maluku) – Dobo ­(Maluku) – Merauke (Papua) – Dobo – Saumlaki – Tanjung Perak

3. Tanjung Perak – Reo (Nusa Tenggara Timur/NTT) – Maumere (NTT) – Lewoleba (NTT) – Rote (NTT) – Sabu (NTT) – Waingapu (NTT) – Sabu – Rote – Lewoleba – Maumere – Reo – Tajung Perak

4. Tanjung Priok (DKI Jakarta) – Biak (Papua) – Serui (Papua) – Nabire (Papua) – Wasior (Papua Barat) – Manokwari (Papua Barat) – Wasior – Nabire – Serui – Biak – Tanjung Priok

5. Tanjung Priok – Ternate (Maluku Utara) – Tobelo (Maluku Utara) – Babang (Maluku Utara) – Tobelo – Ternate – Tanjung Priok

6. Tanjung Priok – Kijang (Kepulauan Riau) – Natuna (Kepulauan Riau) – Kijang – Tanjung Priok

Kaum Salawi dan pengikut setan Jinru kembali bersorak, harap maklum mereka ini memang tidak pernah suka melihat Indonesia semakin maju. Jadi apapun yang dilakukan pemerintah, sekalipun perbaikan pelayanan, tidak akan pernah diapresiasi oleh para MDD dan kaum Salawi. Mereka lebih senang Indonesia ambradul agar bisa terus membangga-banggakan negara Turki. Tol laut yang dijanjikan Presiden Jokowi bukanlah tol di atas laut. Hal ini sudah pernah disampaikan oleh Jokowi saat masih menjadi calon presiden. Namun berhubung MDD dan kaum Salawi ini gobloknya setengah hidup, jadi sekarang mereka tertawa-tawa dan bikin meme yang menurut mereka lucu.

Tapi mari sejenak singkirkan para setan-setan propaganda di negara ini. Selanjutnya kita akan bahas apa itu tol laut dan pengertian tol secara bahasa. Tol laut yang digagas Presiden Jokowi adalah program pemerintah untuk memberi kepastian bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena beliau bukan seperti Pak Mantan yang suka memberi harapan palsu. Kepastian dalam arti dengan adanya tol laut ini kita dapat memastikan adanya kapal yang datang dan berangkat sesuai jadwal secara rutin. Hal ini sudah dipastikan oleh Menteri Ignasius Jonan. Bahwa ada atau tidak ada barang, kapal harus tetap jalan, seperti busway.

Operator kapal dalam hal ini Pelni dipastikan tidak akan merugi karena pemerintah sudah menyiapkan PSO atau Public Service Obligation untuk menutup biaya operasional jika kapal sepi muatan. Istilah sederhananya disubsidi. Kalau melihat peninggalan Pak Jonan di kereta api, mungkin pada akhirnya pelabuhan akan dibuat serapi stasiun dan ketepatan jadwal juga diatur seakurat kereta api. Menurut masinis yang pernah saya ajak ngobrol, kereta harus tepat waktu. Tidak boleh lambat juga tidak boleh terlalu cepat, karena nanti akan diintrogasi dan bisa kena hukuman. Inilah kenapa kereta api di Indonesia adalah transportasi paling tepat waktu.

Mungkin hal ini juga akan diterapkan pada program tol laut (Kalau ada yang pernah coba, silahkan bagikan di komentar). Program tol laut ini pada dasarnya untuk memulai dan merintis aktifnya transportasi laut agar bisa menghubungkan seluruh pelabuhan di Indonesia. Rute tol laut memang merupakan rute yang tidak favorit karena kapal niaga komersil belum terlalu aktif, tidak pasti juga datangnya kapan. Hal ini dilakukan untuk merangsang pergerakan ekonomi, jika nantinya ada kapal swasta yang beroperasi secara terjadwal, tol laut akan pindah ke jalur yang tidak favorit lainnya.

Sehingga akhirnya Indonesia memiliki kapal terjadwal yang melintas dari Sabang hingga Merauke, harga barang merata, ketersediaan barang terjaga dan yang paling menarik tentu saja jalan-jalan keliling Indonesia bisa jauh lebih murah, berwisata ke Papua pun tak akan sesulit dan semahal wisata ke Eropa. Orang yang paling dirugikan jika program ini tercapai adalah sekelompok broker dan pedagang lintah darat yang memanfaatkan disparitas harga. Mereka tidak suka ini terjadi karena bisa mematikan usaha. Jika saat ini mereka bisa ambil untung puluhan juta dari pengiriman barang logistik, nanti kalau sudah ada rute terjadwal maka harga barang di Papua dan Jawa tak akan jauh berbeda, itu artinya mereka tidak bisa lagi mendapat penghasilan besar hingga puluhan juta sekali transaksi.

Maka wajar saja jika banyak yang tidak suka dengan program ini sehingga mempropaganda masyarakat. Oke kalau sudah mengerti tol laut, mari kita bahas arti kata tol. Kaum Salawi dan MDD memang rada sinting permanen, inilah yang menyebabkan penjelasan Jokowi saat masih menjadi calon Presiden tidak bisa dimengerti dengan baik. Saat mereka mendengar kata tol, identik dengan jalan bebas hambatan/macet. Padahal kata tol berasal dari bahasa Inggris: toll. Kalau dalam bahasa Arab, arti kata bisa dengan lughotan dan istilahan. Secara lughotan atau bahasa, arti toll adalah bea cukai. Secara istilahan atau istilah, toll berarti bea cukai atau biaya yang dibayarkan untuk menggunakan suatu service dengan harga yang ditentukan oleh pihak provider. Inilah kenapa yang namanya tol itu selalu ada pintu keluar-masuk bayar tiket, karena kita ingin menggunakan jalan tersebut.

Uang dari tiket yang dibayarkan oleh pengguna nantinya akan digunakan untuk membayar biaya konstruksi, yang jika sudah terbayarkan maka dana akan dipakai untuk perbaikan serta peningkatan pelayanan. Bagi yang baru tau soal asli kata tol tidak apa-apa, namanya juga manusia. Yang penting mau belajar dan memahami, karena sayapun dulu beranggapan jalan tol adalah jalan bebas hambatan. Hingga sampai di Malaysia istilah tol tidak bisa digunakan karena orang Malaysia menyebutnya 'Highway' atau bahasa melayunya 'Lebuh Raya'. Sementara tol atau toll tetap digunakan sebagai istilah untuk membayar biaya service.

Agak aneh memang manusia MDD dan kaum Salawi ini, dulu mereka menertawakan Presiden Jokowi karena bahasa Inggrisnya medok, tidak seperti orang Amerika atau Inggris, pakai bahasa Inggris tetap saja mirip orang Solo. Hingga saat itu mereka seolah-olah ahli bahasa yang mendadak merasa lebih mahir berbahasa Inggris. Nah kini ketika Pak Jokowi membuat istilah 'Tol Laut' malah ditertawakan, yang dulu merasa lebih pandai bahasa Inggris kok sekarang malah tidak paham? Ini namanya menelanjangi diri sendiri. Saya curiga Pak Jokowi lagi ngekek-ngekek melihat tingkah hatersnya yang rada titik-titik.

Bagaimanapun tol laut hanyalah istilah, mirip seperti busway, di Indonesia namanya Trans Jakarta kalau di Malaysia ada Rapid KL, kalaupun orang menyebut busway ya tidak salah. Ada juga bus bandara, kalau mau dipikir rumit dan dicari salahnya kan bisa saja diartikan bus di dalam bandara, lalu kenapa jalan di luar? Hehe. Kalaupun kapal-kapal itu dicat dan dinamai 'tol laut' tujuannya adalah untuk branding, supaya mudah diingat dan cepat familiar di kalangan masyarakat. Dalam teori pemasaran ya begitu. Tapi secara isilah ya hanya istilah saja. Toh kita bisa menerima ikan gabus, tong seng, nasi kucing, bakso rudal, nasi goreng setan dan silahkan tambahkan sendiri. Semua nama atau istilah tersebut pasti juga memiliki cerita, sama saja seperti tol laut.

Apa pun itu, semoga program tol laut bisa mencapai target sehingga menjadikan negara ini saling terhubung dalam segala hal, baik itu sosial, budaya, politik, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Ibarat sebuah rumah tangga, antara ayah, ibu dan anak-anaknya harus mudah saling menghubungi. Nah pulau-pulau di luar Jawa selama ini seperti anak tiri. Harga barang mahal, infrastruktur nyaris nol, pendidikan dan kesehatan minim, lalu akses ke pusatpun sangat sulit. Presiden Jokowi bersama kabinet kerja dan doanya kini coba merangkul semua pulau, agar semua rakyat bisa memiliki dan merasakan hak yang sama sebagai warga negara Indonesia. Merdekaaa!!!

Oleh : Alan Budiman (Kompasiana)

Sunday, November 8, 2015 - 09:45
Kategori Rubrik: