Meneropong (Pilkada) Jabar

Ilustrasi

Oleh : Awan Kurniawan

Jika kabar ini benar, Pilkada Jabar di Ikuti empat pasang calon ( RK-UU,Demiz-Demul, S-AS,TBH-AC). Maka posisi koalisi partai Oposisi (A-AS) berada d ujung tanduk.

Pasangan yang d usung PKS dan Gerindra ini secara popularitas dibawah 3 pasangan lainnya. Mereka belum menjadi media darling. Dalam politik popularitas adalah kunci, berikutnya elaktabilitas mengikuti tergantung kemampuan mobilisasi dan logistik calon. Secara popularitas, Demiz-Demul, RK, TBH tentu jauh lebih dikenal dibasis massa perdesaan timbang dua S-AS ini. Mereka juga jauh lebih dikenal media. Soal mobilitas mereka juga kalah.

Dalam kasus Jabar koalisi A-AS yang d usung kelompok oposisi Jokowi ini terjepit dikepung 3 calon partai pendukung Jokowi ( Demokrat juga sepertinya mulai berakrab ria dengan Jokowi )

Butuh energi ekstra bagi PKS dan Gerindra untuk memenangkan laga ini. Butuh lebih dari sekedar isu dan propaganda untuk menang. Dan lagi propaganda dengan tarung ketat empat pasang, tentu akan sangat mudah ditangkis. Bahkan bisa jadi senjata makan tuan.

Tidak bisa lagi sekedar andalkan bermain isu, tapi harus didukung popolaritas. Demiz, Demul dan RK jauh hari sudah membangun brand mereka dan pintar menarik perhatian media. Dan lagi TBH- AC juga bukan orang bodoh yang tidak paham cara menangkis serangan isu.

Jabar adalah pertaruhan 2019, lebih 50 % mata pilih dalam DPT Pilpres ada dipulau Jawa. Dan Jawa barat adalah daerah dengan mata pilih terbanyak. Tentu siapa pemenang laga ini cukup menentukan dalam pilpres nanti.

Bagi saya kunci kemenangan Jawa Barat tergantung siapa yang d dukung duo peri Raisa dan Isyana. Mereka berdua itu berkah terbesar untuk bangsa ini. Satu helai rambut mereka jatuh bisa berbahaya. Layaklah mereka jadi objek vital negara. Bayangkan untuk menarik para jomblo millenial yang jumlahnya 30 % dari jumlah pemilih Jabar cukup hadirkan mereka berdua dipanggung, bernyanyi satu dua lagu, tanpa bergoyang saru. Ribuan jomblo punya hak pilih bakal rela teriak hidup anu, pilih anu, Coblos anu Isyana.

Mengabaikan saran saya ini bisa berakibat fatal sistemik untuk stabilitas nasional. Camkan ini...huggghht

Sumber :Status Facebook Awan Kurniawan

Sunday, January 7, 2018 - 15:15
Kategori Rubrik: