Menengok Ruang Data TKN

ilustrasi

Oleh : Susy Rizky Wiyantini

Waktu diajak berkunjung ke sini yang terbayang wajah-wajah kaku, tegang, bete, rambut kusut. Eh, pas pintu ruangan baruuuu aja dibuka dugaan itu runtuh.

Indra Bekti, Henry Manampiring atau di twitter dikenal dengan nama @newsplatter yang masuk duluan keruangan bikin heboh orang2 yang di dalam. Orang-orang? Mungkin lebih tepat kalo dibilang anak-anak muda karena kalau dilihat dari penampakannya masih di bawah tiga puluh tahunan semua. Indra keliling ke meja-meja menyapa mereka yang kemudian ngajak Indra berfoto.

Ada 8 baris meja panjang dan banyak meja yg agak kecil di ruangan yang nggak terlalu besar tapi dimanfaatkan dengan maksimal hingga bisa memuat 100 anak2 muda yg menginput data C1 dari seluruh Indonesia. Anak2 itu total berjumlah 200 orang yang terbagi dalam 2 shift, masing2 100 orang. Shift pertama dari jam 9 pagi - 9 malam. Shift kedua dari jam 9 malam - 9 pagi. Ya, War Room itu beroperasi 24 jam! Saya tanya ke salah satu anak perempuan yang input data, capek nggak? Capek tapi senang bisa kerja buat Pakde!

Nggak ada ketegangan di ruangan itu. Mereka bekerja cepat, teliti dan tetap happy. Kekompakan juga terasa banget diruangan kecil itu. Saling ledek-ledekan di antara mereka sendiri dan dengan tamu2 yang berkunjung. "Kok kalian seger aja sih tiap hari kerja begini 12 jam? / Di kasih makan Kakkkkk / Ya eyalahhhh" .

Di sini data yang masuk sesuai dengan C1, nggak dilebihin nggak dikurangin. Semua serba transparan, nggak ada yang ditutup-tutupi. Suara sempat susul2an tapi sekarang udah mulai stabil, capres 01 leading. Banyaknya data yang dimasukkan hari ini hampir menyusul input datanya KPU. Beberapa hari yang lalu malah sempat melebihi kinerja KPU saking semangatnya anak2 ini kerja.

Beberapa teman sempat diajarin sama mereka untuk input data C1. Mereka excited masukin data di ruangan penting itu. Akhirnya bisa juga ngerasain ikut kerja buat Pakde.

Setelah tanya-tanya, ikut input dan foto2, Indra Bekti mewakili semua yang datang mengucapkan terima kasih atas sumbangsih mereka buat Pak Jokowi dan Kyai Maruf Amin di Pemilu ini. Indra mengucapkannya dengan terbata-bata karena haru melihat semangat dan dedikasi anak2 muda di War Room itu.

Kemudian kita berpindah ke ruangan monitor hasil input anak2 di ruangan tadi. Di salah satu layar monitor ada gambar peta Indonesia. Perolehan suara capres 01 digambarkan dengan warna merah, capres 02 hijau. Dan sampai sejauh ini warna merah masih mendominasi.

Di sebelah ruang monitor ada ruangan tertutup lainnya. Ternyata itu ruang terapi. Anak2 yg kelelahan bisa terapi di situ. Ketika kami masuk semua terapis lagi sibuk nanganin "pasien". Ada 10 terapis yang terbagi di 2 shift masing2 shift 5 orang. Kemarin selama 9 jam nanganin 65 anak. Terapis ini dari Gus Mus, menurut Pak Denny yang menjadi kordinator para terapis. Saya sempet ngerasain dan bener, enak.

War Room akan bekerja sampai tgl 22 Mei 2019. Terapispun sama.

Senang bisa melihat langsung tempat ini. Semangat muda dan optimisme yang keluar dari ruangan tersebut membuat kita mantap memasuki periode Pemerintahan Jokowi yang kedua.

Sumber : Status Facebook Susy Rizky Wiyantini

Thursday, April 25, 2019 - 12:45
Kategori Rubrik: