Menelisik Kiprah dan Dedikasi Erik Tohir

Ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

Sangat mungkin pengusaha muda inilah yang akan menjadi salah satu pemimpin besar di negeri ini. Keuletannya sebagai pengusaha dan kecintaannya pada dunia olahraga menjadikan dirinya super sibuk. Ia termasuk pengusaha yang sukses menggabungkan dua dunia itu menjadi satu kesatuan.

Bedanya dengan pengusaha lain, ia tak hanya memikirkan bisnis dalam dunia olahraga semata, tapi terlibat langsung dalam organisasi olahraga, bahkan ia menjadi komandan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk mengikuti perlombaan tingkat dunia.

"Ini suatu komitmen (menjadi Ketum KOI) dan kerja keras yang harus dilakukan. Ini adalah sebuah tanggung jawab yang luar biasa. Concern saya cuma dua, Olimpiade dan Asian Games," ujarnya usai terpilih menjadi ketua KOI periode 2015-2019.

Ia harus mempersiapkan kontingen Indonesia ke Asian Games 2018, serta harus berpikir keras bagaimana selain altet Indonesia meraih medali, juga pembangunan fasilitas tempat pertandingan Asian Games lancar, dan tampaknya tak ada yang sulit bagi pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970 ini.

Latar belakang keluarganya sangat mendukung kiprahnya. Ayahnya Teddy Thohir adalah seorang pengusaha, dan bersama William Soeryadjaya merupakan pemilik dari Grup Astra International. Meski begitu, ayahnya melarang anaknya bekerja di perusahaannya.

Pendidikan sarjana diperoleh dari Glendale University, kemudian ia melanjutkan program master administrasi bisnis dari Universitas Nasional California dan lulus tahun 1993. Sekembalinya ke Indonesia, ia tidak bekerja di kantor ayahnya, tetapi mendirikan perusahaan bernama Mahaka Group bersama Wisnu Wardhana dan R. Hary Zulnardy.

Perusahaan ini membeli koran Republika pada tahun 2001, dan ia menjabat sebagai Presiden Direktur hingga 30 Juni 2008. Kemudian, pada 2009 Grup Mahaka terus melebarkan sayap ke dunia media, hingga memiliki stasiun JakTV, Radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio, periklanan, jual-beli tiket, serta desain situs web.

Selain memiliki bisnis di berbagai bidang, juga pendiri dari organisasi amal "Darma Bakti Mahaka Foundation" dan "Dompet Dhuafa Republika" serta menjadi Presiden Direktur VIVA grup (yang membawahi antv, VIVA.co.id) dan Beyond Media.

Ia adalah Erick Thohir sosok yang terbilang gila olahraga. Dia pun memulai memasuki dunia olahraga tanpa harus meninggalkan unsur bisnisnya. Nama Erick Tohir semakin dikenal setelah ia mendirikan klub bola basket Mahaka Satria Muda Jakarta dan Mahaputri Jakarta.

Karier suami dari Elizabeth Chandra ini pernah menjabat sebagai ketua umum PERBASI pada periode 2006 hingga 2010, Presiden Asosiasi Bola Basket Asia tenggara (SEABA) selama dua kali, 2006-2010 dan 2010-2014.

Bahkan pada tahun 2012 Erick dipercaya sebagai Komandan Kontingan Indonesia untuk Olimpiade London 2012. Kegilaannya pada dunia basket, membawanya hingga membeli klub basket yang ikut di NBA, Amerika Serikat, yakni Philadelphia 76ers. Transaksi ini membuatnya semakin dikenal sebagai orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NBA.

Kecintaannya pada sepakbola tidak kalah menariknya. Pada tahun 2012 Erick Thohir dan Levien menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub sepakbola yang ikut Major League Soccer D.C United, Amerika Serikat, selain membeli klub lokal Persib Bandung.

Tidak sampai disitu keseriusan Erick Thohir di kancah sepakbola, ia pun membeli klub sepakbola Italia dan resmi menjabat sebagai Presiden Inter Milan pada 15 November 2013. Kepemilikan Erick atas Inter Milan menambah nama dalam daftar pengusaha Asia yang berhasil mengakuisisi klub sepakbola Eropa.

"Salam Olahraga untuk NKRI Gemilang"

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

Sunday, July 29, 2018 - 17:45
Kategori Rubrik: