Menelisik Kembali Sejarah Khilafah

ilustrasi

Oleh : Sunarko Sunarko

Para pemuja khilafah, apakah pernah membaca sejarah khilafah setelah era khulafaur rasyidin? Jangan2 mereka cuma menghayal saja, tanpa mau tahu gimana berdarah2nya "khilafah" di era dinasti Umayah, Abbasiyyah hingga berakhirnya di abad 20.

Yuk, kita baca sekilas beberapa kejadian di era kekhalifahan Umayah transisi ke Abbasiyah dan era Abbasiyah ini. Sumber dr beberapa kitab seperti Tarikh Thobari, Tarikh Ibnu Katsir bukan hasil menghayal.

1. Era bani Umayah.
Setelah Marwan bin Hakam meninggal dibunuh oleh istrinya sendiri, khalifah selanjutnya adalah anaknya yaitu Abdul Malik bin Marwan. Sementara di Mekah, Abdullah bin Zubair juga diangkat sebagai khalifah. Jadi ada 2 kekhalifahan, Abdullah bin Zubair di Mekah dan Abdul Malik bin Marwan di Syam.

Singkat cerita Abdul Malik bin Marwan memerintahkan para panglima perangnya termasuk Hajaj bin Yusuf untuk menyerang Abdullah bin Zubair hingga meninggal. Tragisnya lagi, kepala beliau dipenggal, tubuhnya disalib dan diarak keliling kota.

Kakbah pun terbakar terkena hantaman api dari manjanik2 yg dibawa oleh tentara khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Syam.

2. Transisi kekhalifahan Umayah ke Abbasiyah.
Ketika kekuasaan bani Umayyah runtuh, berganti dengan bani Abbasiyah, keturunan Umayah diburu dan dihabisi. Salah satu ceritanya ketika khalifah As-Saffah menjamu makan para tokoh umayah. Namun kemudian semua tokoh umayah tersebut dibantai. Kemudian saat mereka meregang nyawa, digelar permadani di atas tubuh2 mereka dan khalifah as-safah beserta pengikutnya menikmati makan di atas permadani tersebut.

Sadis ya...

3. Era dinasti Abbasiyah
Kalau bani Umayah memerintah hanya 100 tahunan, era Abbasiyah lebih lama lagi hingga 500 tahun. 
Khalifah silih berganti memimpin. Namun kekuasaan sering kali didapat dengan cara membunuh khalifah sebelumnya. Contohnya:
a. Khalifah ke-18 Al Muqtadir dipenggal kepalanya.
b. Khalifah ke-19 Al Qahir dicongkel matanya.
c. Khalfiah ke-21 Al Muttaqi dicongkel matanya.
d. Khalfiah ke-22 Al Mustakfi dicongkel matanya.

Kemudian ada yg ngeles, apakah dengan penerapan demokrasi lebih baik? Setidaknya demokrasi dibuat oleh manusia, bisa terus dilakukan perbaikan. Sedangkan khalifah menurut kalian sesuatu yg sakral berasal dr Tuhan yg tidak bisa dikritisi.

Jadi masih ngeyel ingin tegakkan khilafah? Kalau saya NO.

Sumber : Status Facebook Sunarko Sunarko

Sunday, June 16, 2019 - 15:00
Kategori Rubrik: