Menelisik Dugaan Keterlibatan Sandi Dalam Pembayaran Perusahaan Offshore

ilustrasi

Oleh : Yadi Setiadi

Sebuah laporan baru dari LSM Global Witness mengungkapkan bagaimana calon wakil presiden Republik Indonesia Sandiaga Uno telah memiliki andil dalam pembayaran-pembayaran sekurangnya senilai US$43 juta dari sebuah perusahaan besar batu bara Indonesia kepada sebuah perusahaan off shore yang tak dikenal dan mungkin ia secara diam-diam memperoleh keuntungan dari pembayaran ini dengan satu dan lain cara.

Berita ini datang hanya beberapa minggu sebelum Indonesia menyelenggarakan pemilihan umum, memunculkan persoalan terkait kepentingan publik mengenai transaksi bisnis di masa lalu dari seorang politisi berpengaruh.

Laporan ini mengungkapkan bagaimana perusahaan yang pernah turut dimiliki oleh Sandiaga Uno mengambil alih sebuah perusahaan besar batu bara, Berau Coal, yang kemudian setuju untuk melakukan pembayaran besar biaya konsultasi kepada sebuah perusahaan off shore tak dikenal, Velodrome Worldwide Ltd.

Laporan ini merinci bagaimana sekurangnya US$43 juta pembayaran meragukan dilakukan oleh Berau Coal kepada Velodrome antara tahun 2010 dan 2012.

Laporan ini juga mengungkapkan bagaimana Sandiaga Uno selayaknya tahu mengenai pembayaran ini karena hal itu dilakukan berdasarkan perjanjian yang dibuat ketika ia merupakan investor besar di Berau Coal, dan pembayaran itu terus berlanjut ketika ia menjadi anggota dewan komisaris yang bertugas mengawasi dewan direksi Berau.

Lebih jauh lagi, ia mungkin memiliki kepentingan di Velodrome dan secara diam-diam mengambil keuntungan dari pembayaran itu dengan satu dan lain cara. Ia pernah memiliki Velodrome dan seorang mitra lamanya yang pernah bekerja dengannya merupakan pemilik terakhir Velodrome yang diketahui.

Pembayaran ke Velodrome bersama arus uang keluar ini telah melemahkan neraca keuangan Berau Coal, menyumbang kepada kegagalan perusahaan itu dalam pembayaran ratusan juta dollar utang mereka, serta berdampak buruk kepada para investornya yang lain.

Stuart McWilliam, Manajer Kampanye Anti Perubahan Iklim, Global Witness mengatakan :

“Sandiaga Uno mungkin bukan lagi pebisnis. Namun sebagai seorang yang mengincar salah satu jabatan tertinggi di Indonesia, ia seharusnya sangat berpeduli untuk menjelaskan masalah ini. Hingga kini ia belum memberi jawaban yang kredibel mengenai perannya dalam pembayaran kepada Velodrome, dan ketika diminta untuk berkomentar, ia tak memberikan jawaban. “

Komisi Pemberantasan Korupsi
KPU Republik Indonesia
Bawaslu RI
Otoritas Jasa Keuangan
Divisi Humas Polri
Badan Siber dan Sandi Negara

Pranala :
https://www.globalwitness.org/…/calon-wakil-presiden-repub…/

Sumber : Status Facebook Yadi Setiadi

Thursday, April 4, 2019 - 07:30
Kategori Rubrik: