Meneladani Bu Megawati

Oleh : Damar Wicaksono

Tabik untuk Bu Mega

Untuk keriuhan beberapa hari ini. Oleh politisi2 tak berbudi

**

Engkau punya segudang kelemahan. Iya

Engkau kerap diam saat dikritik. Iya

Keputusanmu saat menjadi Presiden penuh kontroversi. Iya. Ada yang yang keliru, ada yang terbukti menyelamatkan bangsa

Tak banyak yang tahu kepedihan hatimu berpuluh tahun ditekan sebuah rezim. Rezim yang juga membiarkan bapakmu, sang proklamator dan salah satu pendiri bangsa, sakit tanpa mendapat pengobatan memadai. Lalu wafat.

Langkah-langkahmu dalam berdemokrasi mungkin memang sebagian usang bagi anak-anak muda. Tapi kami tak akan pernah lupa berterimakasih untukmu. Kaulah yang "menemukan" dan mengijinkan beberapa nama bersinar terang, sebagai pelita harapan rakyat kecil.

Catat nama-nama ini:
Rustriningsih, Tri Risma Harini, Ganjar Pranowo, Djarot Syaiful Hidayat, Hasto Wardoyo, Abdullah Azwar Anas, Budiman Sudjatmiko. Dan duo fenomenal Jokowi-Ahok

Tanpa nama2 di atas, mungkin kita akan kehilangan harapan terhadap Otonomi Daerah hasil reformasi

Di masa rezimmu yang singkat..
Engkau lah yang membuat dan mendorong UU SJSN hadir yang lalu disempurnakn dengan UU BPJS di zaman Pak Beye

Engkaulah, bu Mega, yang membuat MK, KY, PPATK dan KPK hadir.
Walo kemudian langkah PPATK dan KPK membuat banyak kader partaimu dijebloskan ke penjara. Tapi engkau diam. Tak bersedia mencampuri kerja KPK

30 tahun lalu, saat engkau mulai terjun ke politik dan melawan rezim Soeharto, apa kau membayangkan akan sampai pada hari ini? Menyaksikan salah satu kadermu menjadi presiden yang begitu dicintai?

Terima kasih sudah "menemukan" Jokowi. Dan dengan kebesaran jiwa melabuhkannya di kursi calon Presiden

Terima kasih sudah memilih Ahok sebagai cagub DKI untuk PDIP. Yang terus engkau bela ia sekuat tenaga. Di saat kampanye penuh kebencian dilakukan kepadanya.

Sejarah akan mencatat konsistensi sikap2mu. Yang tak jua merengek "saya prihatin" atau "saya didzolimi.."

Dengan segala kekuranganmu, terima kasih bu Mega.

Sumber : facebook Damar Wicaksono

Friday, June 1, 2018 - 12:00
Kategori Rubrik: