Menelaah Kemungkinan BIN Memasang Bendera ISIS Di Rumah Rizieq Shihab

Ilustrasi

Oleh : Alto Luger

Pernyataan jubir BIN bahwa "...Tidak ada operasi itu, tidak perintah seperti itu... Lah kalo ada sih lain soal..." adalah pernyataan yang blunder dalam menanggapi tuduhan yang ngga penting dari FPI yang sebelulnya didesain untuk memancing dan membelokkan inti argumentasi tentang legalitas Bendera Hitam, dan dalam hal ini, Jubir BIN terpancing sehingga alur kontroversi yang terjadi itu malah mengerucut ke issue 'siapa yang memasang bendera hitam itu', dan bukan pada 'apakah bendera hitam itu bisa dikibarkan di Saudi'.

Harusnya Jubir BIN tidak perlu membuka spekulasi tentang Operasi 'Direct Action' seperti tuduhan ini dengan mengacu pada UU 17/2011 tentang Intelijen Negara. Di Bab II pasal 4 dan 5 itu sudah jelas, bahwa Intelijen Negara, termasuk BIN itu memiliki mandat untuk melakukan upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan untuk deteksi dini dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap hakikat ancaman yang mungkin timbul dan mengancam kepentingan dan keamanan nasional.

Dan, Tujuan Intelijen Negara adalah mendeteksi, mengidentifikasi, menilai, menganalisis, menafsirkan, dan
menyajikan Intelijen dalam rangka memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bentuk dan sifat ancaman yang potensial dan nyata terhadap keselamatan dan eksistensi bangsa dan negara serta peluang yang ada bagi kepentingan dan keamanan nasional.

Jadi jawaban Jubir BIN seharusnya satu kalimat saja: Sesuai UU, BIN tidak boleh melakukan Operasi Intelijen langsung. Tupoksi BIN adalah deteksi dini dan peringatan dini kepada user, yaitu Presiden, menurut UU 17/2011. Cukup ini saja. Kalau dientertain selama 45 menit, ya pasti MRS dan pendukungnya mendapat panggung untuk memutarbalikan konteks kasus.

Salam,

#IndonesiaTanahAirBeta

Sumber : Status Facebook Alto Luger

Monday, November 12, 2018 - 18:00
Kategori Rubrik: