Menebak Posisi PKS dalam Pilkada Solo

ilustrasi

Oleh : Musrifah Ringgo

Parpol satu ini di mana-mana membuat orang repot. Posisi nya tidak pernah jelas dan clear, apalagi di Solo yang Desember mendatang menggelar Pilkada. Ditambah baru 1 calon orang yang resmi dicalonkan parpol yakni Gibran Rakabuming Raka. Kandidat lainnya merupakan pasangan independen.

Dengan kursi PDIP yang berjumlah 30, sebenarnya masih sisa 15 kursi. Cukup untuk mendaftarkan calon lain. Namun PKS yang memiliki 5 kursi kesulitan mengajak koalisi. Pasalnya Gerindra, Golkar dan PAN yang masing-masing punya 3 kursi melihat tidak ada orang yang bisa "melawan" Gibran. Sehingga mereka merapat ke PDIP seperti yang dilakukan PSI (1 kursi).

Teman karib koalisi mereka yakni PAN, tampaknya juga ogah diajak menantang pria yang punya banyak usaha kuliner itu. Apalagi mengajak Golkar dan Gerindra, jauh lebih sulit. Padahal bila ingin mengajukan calon sendiri minimal punya 10 kursi di parlemen.

Melihat makin kecil nya peluang, wakil rakyat dari PKS Didik Hermawan tiba-tiba dalam rapat resmi DPRD via daring belum lama ini menggunakan kostum yang dipopulerkan oleh Gibran. Dia menyatakan koalisi muda PKS mendukung Gibran.

Ketua Fraksi PKS Surakarta meradang. Menurut Abdul Ghafar Ismail, apa yang dilakukan Didik menyalahi aturan. Pertama tentang kostum, bahwa dalam rapat paripurna sudah ada aturan pakaian yang digunakan dan kedua, hingga saat ini PKS belum menentukan akan mendukung siapa.

Bagi orang awam, apa yang dipertontonkan Didik dan respon oleh Abdul Ghafar, bisa diasumsikan sebagai gimmick politik semata. Mengapa? Ya memang mereka suka bermain dibanyak kaki. Bila perlu berada di semua calon agar siapapun yang menang akan dianggap sebagai kontribusi mereka. Ini sudah jamak dilakukan dan kita pasti tahu, itulah PKS.

 

Diluar bahkan beredar rumor mereka sedang membujuk Achmad Purnomo bersedia menjadi calon. Pun demikian halnya keturunan Mangkunegaran.

Bisa dilihat saat ini mereka kebingungan. Mendukung Gibran artinya menggambarkan bahwa mereka sebetulnya parpol medioker. Sedangkan bila tidak mendukung, mereka sendiri tidak punya calon yang bisa ditarungkan dengan owner Mangkokku tersebut. Daripada nekad, mereka tahu bakal kalah dan jelas men downgrade mereka sendiri.

Dengan beberapa hal yang diuraikan diatas dapat ditarik benang merah bahwa PKS di Pilkada Surakarta akan berada diblok manapun pihak yang berani melawan Gibran. Lalu sikap Didik Hermawan bagaimana? Ya pura-pura aja ada miss koordinasi. Tapi percayalah begitu lah PKS. Lalu apa tujuan nya?

Ya tentu saja nanti siapapun pemenangnya PKS bakal klaim bahwa kemenangan calon Walikota atas support dari parpol tersebut. Mereka bakal menggelorakan itu bentuk kemenangan mereka.

 

Thursday, July 30, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: