Mendebat Hal yang Tidak Perlu

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Dua orang mendaki gunung dari arah berlawanan. Ditanya matahari dimana, satu bilang di belakangnya, satu bilang di depannya. Keduanya benar meskipun berbeda jawaban.
Di puncak gunung keduanya sepakat posisi matahari di mana.

Di atas permukaan tanah kita melihat bumi datar, hingga ketinggian tertentu kita melihat bumi datar. Dari luar angkasa, bumi terlihat bulat. Keduanya benar walaupun beda. Di puncak ketinggian, di luar angkasa, kita sepakat bumi itu bulat.

Kita sering berdebat di dasar2. Layaknya pendaki gunung dan pengamat bumi, kita sering berbeda. Posisi kita memandang sangat berpengaruh.Semakin tinggi kita berada semakin mengecil perbedaan yang muncul. Pada level hakekat, kita semakin tahu banyak hal menjadi sama, tidak perlu berdebat.

Penganut agama tertentu merasa agamanya paling benar, orang lain juga merasa agamanya paling benar. Orang beragama tergantung geografis dia lahir dan siapa ortunya. Kalau saya lahir di Jepang kemungkinan saya kenalnya Shinto. Kalau saya lahir di Amerika Latin kemungkinan saya akan memeluk Kristen.
Begitupun sekte2 dalam agama, merasa keiompoknya paling benar. Ada puluhan sekte dalam agama dan mereka semua merasa kelompoknya paling benar.

Kalau kita naik di atas sekte2 atau kelompok, kemudian naik lagi di atas agama2 , kita akan melihat semuanya sama: menuju ke kebaikan. Tujuan manusia hidup semua sama : mencapai kebahagiaan sejati.

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Friday, November 8, 2019 - 09:15
Kategori Rubrik: