Menciptakan Lapangan Kerja

Oleh : Hasanudin Abdurakhman

Kemarin ada orang yang komentar ngomel di tulisan saya tentang tingkat pengangguran. Kata dia, Jokowi tidak menciptakan lapangan kerja. Yang banyak menciptakan lapangan kerja justru para pengusaha, termasuk UKM. Itu contoh orang yang tidak paham bagaimana mekanisme menciptakan lapangan kerja oleh pemerintah. Bagi orang tertentu, menciptakan lapangan kerja itu memang hanya bisa dia pahami sebagai menciptakan sebuah lapangan di mana orang-orang bisa bekerja.

Bagaimana pemerintah menciptakan lapangan kerja? Cara yang paling mudah adalah dengan merekrut rakyat jadi pegawai negeri. Dengan cara ini bisa diciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Konyol? Iya. Tapi itu yang dulu dilakukan SBY. Sejak dekade 90-an sebenarnya pemerintah sudah mulai mengurangi jumlah PNS, dengan mengangkat pegawai baru hanya sejumlah pegawai yang pensiun, kecuali untuk bidang tertentu. Tapi SBY justru membuka penerimaan PNS dalam jumlah besar.

Ini adalah cara mudah untuk menciptakan lapangan kerja. Tentu saja cara ini sangat berisiko. Yang terjadi adalah penyerapan palsu, karena tidak produktif. Yang diperlukan adalah kegiatan produktif yang dihasilkan dari penyerapan tenaga kerja. Mengangkat PNS dalam jumlah berlebihan tidak menambah produksi.

Cara lain adalah dengan membuat proyek-proyek infrastruktur. Ada yang harus dikerjakan, ada yang bisa bekerja di situ. Berbagai proyek infrastruktur yang dibuat Jokowi menyerap banyak tenaga kerja. Lho, katanya itu cuma menyerap tenaga kerja Cina? Tidak. Saya tidak membantah fakta bahwa ada sejumlah kontraktor Cina yang bawa tenaga kerja. Tapi jumlahnya masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan tenaga kerja lokal.

Efek lain yang diharapkan adalah yang jauh lebih besar dari itu. Kota A dan kota B tadinya tidak terhubung dengan jalan yang baik. Produk di kota A tidak bisa dijual ke kota B, karena tidak bisa diangkut. Demikian pula sebaliknya. Tidak terjadi aktivitas ekonomi yang baik karena tiadanya jalan. Begitu jalan dibuka, aktivitas perdagangan menjual produk antar dua kota itu menjadi mungkin. Adanya aktivitas perdagangan baru, membuat terciptanya lapangan kerja baru.

Jokowi tidak hanya membuat jalan, tapi juga saluran irigasi. Adanya irigasi membuat lahan pertanian menjadi lebih produktif. Banyak produk pertanian bisa dihasilkan dari situ. Untuk mengerjakannya tentu saja diperlukan tenaga kerja.

Perhatikan bahwa efek penciptaan lapangan kerja yang dijelaskan itu hanya bisa ada kalau rakyat juga bergerak. Pemerintah membangun jalan. Tapi pemerintah sendiri tidak mungkin bisa memastikan jalan itu menjadi sarana yang produktif atau tidak. Rakyatlah yang harus bergerak menjadikannya produktif. Itu berlaku sama untuk setiap infrastruktur yang lain.

Adakah cara lain? Pemerintah menyediakan infrastruktur internet. Efeknya, orang bisa berbisnis jual beli online, angkutan online, penginapan online, dan sebagainya. Tadinya bisnis itu tidak ada, kini ada. Maka di situ tercipta lapangan kerja.

Pemerintah bisa mendorong terciptanya lapangan kerja melalui berbagai kebijakan ekonomi dan moneter. Ekonomi yang baik dan stabil mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi, yang ujungnya akan membuka berbagai lapangan kerja.

Jadi, jangan bayangkan Jokowi membuka lapangan kerja itu berarti ia membangun lapangan tempat orang kerja, ya.

Sumber : facebook Salman Faris

Friday, June 8, 2018 - 14:00
Kategori Rubrik: