Mencari Kebijaksanaan

Ilustrasi

Oleh : Saeful Huda Ems

Tidak hanya pada ulama, pada pastor, pendeta, biksu dan rahib bahkan pada penjahatpun kita bisa belajar untuk menemukan kebijaksanaan hidup. Dan jangan tanyakan pada saya apa dalilnya ini, karena tidak semua hal kebaikan ada dalilnya. Seperti mengucapkan Selamat Tahun Baru (Masehi) tidak ada dalilnya, apalagi bakar ikan dan jagung mana ada dalilnya? Namun bagi siapapun yang mengharamkannya, suatu saat akan ditertawakan oleh nalar sehatnya sendiri.

Tuhan menebarkan kebenaran dan kebajikan pada siapapun yang dikehendaki-Nya, tak peduli mereka muslim ataupun bukan, mereka mubaligh maupun preman, mereka kaya ataupun miskin, mereka berkulit putih maupun hitam, disaat-saat tertentu Tuhan mendiami jiwanya dan disaat seperti itulah berbagai kebijaksanaan hidup keluar dari ucapan ataupun tingkah lakunya. Oleh sebab itu manusia yang baik adalah manusia yang lebih tertarik untuk mengevaluasi dirinya sendiri, manusia yang bijaksana adalah manusia yang mencemaskan ada tidaknya kejahatan dalam dirinya sendiri, karena itu Tuhan menyediakan dan merahasiakan husnul khatimah atau su'ul khatimahnya manusia. Tak seorangpun tau baik atau buruknya akhir kehidupannya, karena itu kita sebagai manusia dilarang ke GR an sebagai ahli surga.

Berangkat dari pemahaman itu sebagai manusia yang hanya mempunyai setetes dari samudera ilmu Tuhan, kita tidak diperkenankan-Nya untuk mencintai dan membenci orang diluar batas, karena bisa jadi orang yang kita cintai saat ini adalah orang yang buruk bagi kita ke depannya, dan orang yang kita benci saat ini boleh jadi adalah orang yang baik bagi kita ke depannya. Maka dari itu cintai, kagumi atau bencilah orang sewajarnya saja, sebab kebenaran sejati tentangnya hanya Tuhan Yang Maha Tau.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Muhammad Rasulullah saw bersabada," Cintailah orang yang engkau sukai sewajarnya saja, sebab bisa jadi di masa depan ia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan bencilah orang yang engkau benci sewajarnya saja, sebab bisa jadi di masa depan ia akan menjadi orang yang engkau cintai". Rahasia kebaikan atau kebenaran seseorang ada dalam pengetahuan Tuhan, sebagai manusia biasa seharusnya kita bersikap yang wajar-wajar saja. Mengkritik orang boleh, melenyapkan orang jangan. Yang wajar-wajar saja...(SHE).

Sumber : Status Facebook Saiful Huda Ems

Thursday, January 4, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: