Mencari Jodoh Yang Tepat

ilustrasi

Oleh : Ning Jamilah

Hampir semua orang menginginkan jodoh yang sholih/sholihah. Tetapi tidak semua yang sholih cocok untuknya. Karena masing2 pribadi seseorang walaupun sholih, ngalim, tapi bisa saja perangai, karakter dan kegemarannya tidak sama dengan yang kita mau.

Kesholihan memang menjadi syarat bagi yang ingin menikah. Namun, itu saja belumlah cukup. Ada hal2 lain yang mestinya diperhatikan, seperti : 
Munasabah ( kesesuaian gaya hidup, meski tak harus sama),
Musyakalah ( kesesuaian kesenangan, meski tak harus sama ), 
Muwafaqoh ( kesesuaian tabiat dan kebiasaan ). 
Yang ketiga hal ini sifatnya relatif, tidak bisa dijawab kecuali oleh yang menjalani dan keluarganya.

Oleh karena itu, kalau ada yang ingin melamar, tanyakanlah karakter dan perangainya pada orang-orang yang mengetahuinya, baik dari kalangan keluarga atau teman-temannya.
Jangan lupa bahwa agama pun mensyari’atkan adanya musyawarah dan istikhoroh. Lakukanlah keduanya sebagai bagian dari ikhtiyar.

Sementara bagi yang sudah menikah, terimalah keberadaan suami/istri Anda apa adanya, karena menikah itu “satu paket”: paket kelebihan dan paket kekurangan dari pasangan. Tinggal bagaimana Anda menyikapi kelebihan dan kekurangan itu.

Orang bijak menyikapi kelebihan dengan syukur, menyikapi kekurangan dengan sabar. Orang bijak itu “pandai mengubah kotoran yang tidak bermanfaat menjadi pupuk yang bermanfaat”.

#Selamat_Malam_Jomblowan_wati

Sumber : Status Facebook Ning Jamilah

Wednesday, July 31, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: