Mencabik Kebaikan

Oleh: Iyyas Subiakto

 

100 hari kita sudah dapat tontonan sirkus murahan di Jakarta, apa krn pawangnya tdk pintar atau krn binatangnya buta tuli sehingga disuruh lompat malah tiduran, diminta lari malah menyalak. Aturan persirkusan ditabrak semua, akhirnya kita bkn nonton sirkus terlatih tapi kebun binatang yg isinya binatang malas, buta tuli dan kelaparan, pawangnyapun jd ikut bisu kelu, setengah malu.

Contoh diatas adalah kondisi keseharian di pemprov DKI yg makin lucu, memuakkan dan menjijikkan krn sudah jauh dari norma yg ada, walau blm ada pemda di Indonesia yg 100% bs kerja tapi Jakarta luar biasa celakanya.

 

 

Gubernur yg menang dgn cara menebar SARA, penuh tekanan dan membangun kebencian, stlh memerintah kelihatan seperti orang utan, tatanan sosial yg dibangun atas dasar kebaikan diporakporandakan, otak kita jd menciut menyaksikan kelakuan murahan. Jalan dijadikan pasar, Jalan protokol dimasuki motor, Monas dijadikan lapangan kotor, becak mau dihidupkan. Zaman Ali Sadikin 40.000 becak dirumponkan skrg becak mau dihidupkan, cuma orang gila yg krg kerjaan yg akan melakukan ide murahan dan memuakkan.

Sejak statementnya ttg pribumi kita tau dia mau mengambil hati masyarakat kelas ekonomi jerami, tapi caranya menjadi cara kelas bawah yg tidak bernilai sama sekali. Bagaimana nalar kita mau menerimanya hal2 baik yg sdh tertata dirusak dgn sengaja, kita tau dia berseberangan dgn pemerintah yg ada, tapi caranya bekerja telah merusak ibu kota, kesannya kota kebanggaan bangsa ini mau dibuat kubangan sapi, pribumi dari mana dia kalau membedakan keindahan dan kebaikan dgn kekumuhan saja tak bisa, apa hal itu bkn disengaja. Kalau perusakan yg dia lakukan dibiarkan sama saja kita membiarkan icon Indonesia diacak2 orang gila yg moralnya nyaris tdk ada.

Koloni yg memenangkannya harusnya tobat nasuha utk tidak membiarkan orang yg pernah diusungnya mempasung kebaikan dan membebaskan kerusakan merajalela, kalian jgn merasa yg punya Jakarta, kami juga punya hak yg sama krn KTP kita Indonesia.

# Lawan kemungkaran demi Indonesia bukan membela demi kelompok yg jumawa.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Wednesday, January 17, 2018 - 23:00
Kategori Rubrik: