Mencabik-Cabik Islam

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Di akhir zaman ini agama Islam dicabik-cabik sehingga tinggal serpihan-serpihan kecil bekas anggota tubuh yang berdarah dan berserakan.

Pelakunya ternyata bukan Yahudi, Nasrani atau pun ideologi asing atau paham sesat macam Syiah, Ahmadiyah, Sekuler, Liberal, Kejawen, LGBT, dan Islam Nusantara.

Pelakunya bukan musuh-musuh di luar umat Islam. Pelakunya justru dari kalangan generasi muda umat Islam sendiri. Generasi yang meneriakkan takbir sambil menghujamkan belati berkarat kebencian ke tubuh umat Islam sendiri.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apa maksudnya mencabik-cabik Islam?

Mencabik-cabik Islam itu tidak lain memotong-motong dan membelah-belah tubuh agama Islam, dimutilasi dan dipreteli bagian per bagian, sehingga tubuh agama Islam berceceran dan berserakan.

Oleh generasi muda yang tidak paham hakikat syumuliyatul Islam, ruang lingkup agama Islam dibikin sangat terbatas, mereka menyempitkan ruang lingkup dan kekaffahannya.

Agama Islam yang seharusnya penuh dengan variasi perbedaan pendapat para ulama, oleh mereka dibikin sempit. Hanya boleh ada satu pendapat saja, yaitu pendapat dia, gurunya dan kelompoknya. Pendapat lain harus dimusuhi dan diperangi

Kajian ilmu-ilmu keislaman yang sedemikian luas itu, oleh mereka hanya dibatasi teks ayat dan hadits saja, tanpa menggunakan alat dan tools yang direkomendasikan. Mereka mencabik-cabik dua sumber agama yang paling suci secara barbar dan buas.

Lalu sesama mereka saling benci dan saling menyalahkan. Yang benar itu hanya saya saja dan kelompok saya, selain itu semua salah. Semua bukan Islam, semua kudu diperangi, semua kudu dihabisi.

Seharusnya Islam mencakup semua aspek kehidupan, tapi dalam pandangan kelompoknya, Islam itu hanya wilayah sempit dan kecil sekali.

Serpihan-serpihan daging tubuh Islam yang sudah tidak utuh lagi itu kalau kita punguti, ternyata isinya sangat memuakkan. Isinya hanya :

- hanya dzikir-dzikir dan ritual-ritual ibadah saja,
- hanya agenda dan siasat politik saja,
- hanya bikin partai perjuangan saja,
- hanya aksi dan demo saja,
- hanya menjatuhkanpemerintah saja,
- hanya ber-khilafah saja,
- hanya nginep di mesjid saja,
- hanya urusan sunnah dan bid'ah saja,
- hanya ngaji dan dakwah saja,
- hanya pergerakan saja,
- hanya jihad dan perang saja,
- hanya melawan konspirasi jahat saja,
- hanya urusan Palestina saja,
- hanya munashoroh dan kumpulkan dana saja,
- hanya urusan khusyu' dan bersihnya hati saja,
- hanya hanya dan hanya.

Kebiadaban ini terus berlangsung tanpa sadar, sebab dibingkai dengan pigura dakwah dan perjuangan. Kesannya sangat pahlawan sekali, padahal hakikatnya sibuk saling tikam dan hujam sesama saudara muslim.

Di mata mereka, Islam menyeramkan karena Islam harus menerkam, memangsa dan mencabik-cabik sesama.

Ih, sungguh menjijikkan.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Tuesday, April 7, 2020 - 08:00
Kategori Rubrik: