Menalar Tuhan

ilustrasi

Oleh : Satrya Pangadaran Marpaung

03.02.2020 adalah Hari pertama kuliah program Extension Course di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dengan Tema Menalar Tuhan.
.
Romo Simon memberikan materi yang bersifat pengantar pada pertemuan pertama ini. Selalu saja renyah, segar dan relax (diiringi tawa) jika beliau memberikan kuliah. Saya merasa terhibur pada kuliah ini dan Extension Course selalu saya nantikan. Bagi saya kuliah ini merupakan salah satu "detoksifikasi" atas kepahitan hati. Saya kembali mendapatkan pencerahan dalam berpikir, apalagi ini membahas tentang Tuhan. Topik yg tidak ada habisnya untuk diperbincangkan.
.
Saya belajar bahwa Iman dan Rasio bagai sayap yang akan membuat terbang tinggi dekat pada Tuhan, sama seperti yg dikemukakan Joseph Ratzinger alias Paus Benedictus XVI.

Tidak sedikit orang Kristen menghakimi orang yg belajar Filsafat jadi Ateis. Bersikap Kritis bukan berarti Ateis kan? Sayapun pernah mendapatkan opini demikian. Filsafat yg saya pelajari justru membantu saya untuk JUJUR dan TIDAK MUNAFIK, setidaknya dalam Relasi Pekerjaan, Pertemanan dan Keluarga. Bukankah dalam ajaran Kristen kedua hal tersebut juga memang DILARANG??
.
Jadi dalam kuliah tadi dijelaskan, bahwa dalam persepktif Filsafat maka Percaya kepada Tuhan itu adalah Masuk Akal (Rasional). Jadi, buat kalian yg suka menghakimi dan berpikir dangkal, SADARLAH bahwa kita memerlukan Rasio dalam MENGENAL ALLAH. Bukankah ada tertulis: "Kasihilah Tuhan, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu".
.
Selamat Malam dan Tuhan Berkat

Sumber : Status Facebook Satrya Pangadaran Marpaung

Tuesday, February 4, 2020 - 08:30
Kategori Rubrik: