Menaikkan Harga Diri Bangsa

ilustrasi

Oleh : Eddy Sinang Trenggono

Indonesia bersahabat dengan Malaysia, Singapore, Philipina, Vietnam, Thailand atau negara negara. Iain. Tapi tetap saja dalam aspek Ekonomi dengan mereka kita saling bersaing dan berkompetisi.

Kita saling bersaing dalam memperebutkan investasi asing dan bersaing dalam eksport beberapa hasil bumi dan produk.
Kondisi perekonomian kita mirip dan produk eksport kita dengan tetangga tetangga kita juga banyak yang sama.. Dengan negara negara besar atau modern seperti Amerika China, Rusia Australia, Eropa barat , dan Singapore kita tidak bersaing, tetapi kita akan selalu dalam tekanan untuk menjadi negara "dibawah pengaruh " mereka . Mereka ingin kita tergantung pada mereka. Biar terus bisa "diperas".

Mereka semua punya titik kesamaan, yakni lebih senang jika Indonesia jadi negara lemah, dan sebaliknya tidak suka jika kita jadi negara yang lebih hebat dan mandiri.
Sebagai salah satu contoh, pendapatan Singapore berkurang drastis setelah pemerintah membangun dan memperbesar pelabuhan pelabuhan yang mampu melayani kapal kapal tanker raksasa.

Pabrik pabrik pengolahan ikan di Hongkong dan Vietnam banyak yang tutup setelah kita galak menjaga lautan kita. Pabrik pengolahan logam dan mobil listrik di Eropa mulai kelabakan setelah Jokowi menyetop eksport Nikel mentah kita.
Untuk kepentingan itu mereka secara langsung atau tidak langsung akan melakukan upaya pelemahan terhadap negara kita . Dengan berbagai media dan cara, dari yg kasar atupun yang sangat halus.

Jadi untuk para generasi muda, buruh atau masyarakat umum, tentu diperbolehkan melakukan demo atau protes karena itu demokrasi. Tapi hati hati jangan sampai secara tidak sadar menjadi Alat proxy, atau kaki tangan negara negara luar untuk melemahkan negara sendiri. Jangan tergelincir menjadi tindakan anarki dan pengrusakan.

Sebagai warga Indonesia yang waras dan masih punya Nasionalisme selayaknya tidak akan pernah rela jika kota dan negerinya sendiri dirusak dan dihancurkan.
Apalagi merusak lambang lambang negara.

Jadi jika ada orang atau kelompok yang terlalu bernafsu untuk menumbuhkan konflik, permusuhan dan mendorong kerusuhan, anarki di dalam negeri jangan salahkan jika kita curiga mereka antek yang bekerja untuk asing

Sumber : Status Facebook Eddy Sinang Trenggono

Friday, October 23, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: