Memuja Artinya Meneladani

ilustrasi

Oleh : Danz Suchamda

Pemujaan pada leluhur itu bukan berarti menyembah pada leluhur, tapi lebih diartikan untuk meletakkan posisinya pada posisi keteladanan. Karena hanya batin yang menghormati sesuatu yang bisa belajar dari sesuatu itu. Dan itu artinya melestarikan apa yang telah dirintisnya untuk mengembangkannya jadi sesuatu yang lebih baik. Karena mereka telah mengorbankan kehidupannya untuk berkarya pada bangsanya. Teladan itulah yang perlu ditanamkan dalam hati dan ditiru.

Orang yang merendahkan leluhurnya, artinya telah membuang investasi akal budhi yang telah diinvestasikan selama ratusan ribuan tahun oleh leluhurnya. Menggantinya dengan sesuatu yang masih belum jelas keefektifan dan manfaatnya. Lebih celaka lagi kalau ternyata cuman diperalat bangsa lain.

Bangsa yang kehilangan leluhur yang dapat dihormatinya adalah bangsa yang paling celaka. Karena ia tidak lagi punya model dan arah kompas bagaimana harus mengembara di dalam kemenduniaannya. Lihat saja bangsa Mesir, atau Persia, mereka bingung kemana harus mengarahkan bangsanya...karena keluhuran leluhurnya telah disirnakan. Pun kalau ada yg disebut "leluhur" sudah tidak lagi luhur karena mereka bukan model yang bisa diteladani karena tidak memiliki keorisinalitasan jiwa, melainkan hanya peniru atau pembebek dari bangsa lain...yang tentu saja tidak mengundang rasa hormat yang sesungguhnya (apakah orang yg semacam itu anda merasa hormat?).

Tentu saja mereka saat ini sudah gamang karakter. Serba tidak jelas kecuali dongeng2 imitasi dari tokoh2 rekayasa yg tidak senyatanya demikian (kecuali hagiografi dilebih2kan). Nyatanya, promosi sedemikian kuat tapi dunia tidak meresponnya kecuali kalangan sendiri.

Seseorang menjadi luhur karena berprestasi. Memberi suatu jasa sumbangsih kepada masyarakatnya. Otomatis kita jadi hormat terhadap sifat jiwa yang semacam itu tanpa perlu dibuat-buat atau dipaksakan....bukan penghormatan karena ditakut-takuti atau karena rasa keterpaksaan.

Salah satu cara yang efektif untuk menghancurkan suatu bangsa adalah dengan memutuskan hubungan mereka dengan leluhurnya. Tirulah Israel. Mereka bangsa yang paling kuat mempertahankan jati diri bangsa dari leluhurnya. Bahasa mereka masih sama dengan bahasa mereka 2000 tahun yg lalu.
Saya tampilkan info ttg Israel itu JUSTRU agar bangsa ini tidak diperalat oleh kristen. Sudah diperalat oleh tangan kiri lalu mau diperalat tangan kanan bu germo?
Maaf saja!

Rahayu!

Ilustrasi : Patung dari perempuan Nusantara bernama Gayatri Rajapatni alias dikenal oleh dunia sebagai Prajnaparamita. Saya rasa, bangsa sendiri malah mungkin tidak mengenalnya. Sungguh rendah.

Sumber : Status Facebook Danz Suchamda

Tuesday, August 13, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: