Memprediksi Pemerintahan Jokowi Setelah Ganti 6 Menteri

ilustrasi
Oleh : Mamang Haerudin
Sebagaimana pendahulunya Fahcrul Razi, mari kita beri kesempatan kepada Yaqut Cholil Qoumas untuk menjadi Menteri semua agama. Sebab sekalipun beliau Ketua Umum GP Ansor, kini telah resmi menjadi Menteri untuk semua Agama, seluruh aliran yang ada di Indonesia. Saya masih yakin Gus Yaqut mampu menegakkan kebebasan dalam beragama, bahkan lebih mampu dari pendahulunya yang sesama kader NU yakni Lukman Hakim Saefuddin. Dalam pandangan dekat mata saya, baik Pak Fahcrul maupun Pak Lukman kepemimpinannya terlalu formal dan hampir tidak punya gebrakan sama sekali.
Harapan juga tertuju pada Tri Rismaharini alias Bu Risma, mantan Walikota Surabaya dua periode yang fenomenal itu. Beliau ditunjuk sebagai Menteri Sosial. Urusan kepedulian sosial Bu Risma memang jangan ditanya lagi. Tetapi persoalannya, apakah Bu Risma akan mampu membenahi Kementerian yang selama ini bermasalah, terutama berkaitan dengan semrawutnya data kependudukan, data penerima bantuan sosial yang selama ini tidak jelas juntrungannya, kita lihat saja. Dengar-dengar Bu Risma akan bekerjasama dengan Kemendagri dan Perguruan Tinggi untuk urusan ini. Sama sebagaimana Menteri Agama yang baru, mari kita beri kesempatan bagi Bu Risma untuk bekerja.
Selebihnya untuk Sandiaga Uno yang ditunjuk oleh Jokowi sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sekalipun saya tidak berharap banyak, tetapi semoga saja ada takdir baik dari Tuhan untuk Indonesia melalui tangan Pak Sandi. Rekam jejak kepemimpinannya semasa masih memimpin Jakarta sebagai Wakil Gubernur kurang membanggakan.
Apalagi Pak Sandi masih saja santer ingin menggenjot wisata syariah yang banyak ditentang warga Indonesia. Apalagi penunjukkan Pak Sandi ini sebetulnya lebih kepada upaya meredam para pendukung dan para oposisi. Oleh karena itu saya tidak bisa membayangkan betapa kecewanya para pendukung Pak Sandi dan juga Pak Prabowo yang telah lebih dulu menerima menjadi Menteri Pertahanan.
Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru juga tidak terlihat punya performa yang meyakinkan. Hampir semuanya merupakan sosok-sosok yang datar dan formal. Berbeda misalnya ketika Kementerian Kelautan dan Perikanan semasa Susi Pudjiastuti alias Bu Susi yang punya banyak sekali kebijakan yang menerobos. Sayang beliau tidak dipanggil oleh Jokowi. Akhirnya, semoga Tuhan senantiasa menjaga bangsa dan Negara kita dari pecah-belah sesama saudara. Semoga Jokowi bisa bekerja semakin gesit lagi. Tidak lagi terlalu banyak main aman dan kompromi.
Wallaahu a'lam
Mamang M Haerudin (Aa)
Friday, December 25, 2020 - 11:15
Kategori Rubrik: