Memprediksi Hasil Pilpres 2019

ilustrasi

Oleh : Lulus Suprapto Satiman

2014 selisih suara hanya 8 juta lebih, itu relatif kecil..

Bisa dibilang ketika itu Muhammadiyah lebih kompak dukung Prabowo karena ada Hatta Rajasa sebagai cawapresnya. Begitu juga dengan tokoh-tokoh NU sperti KH. Maimoen Zubair, Habib Luthfi, KH. Said Aqil, Prof. Mahfud MD dulu melabuhkan suaranya ke Prabowo.

Dan hasilnya Prabowo kalah.

Bagaimana dengan tgl 17 April nanti.!? Apakah Prabowo akan mengulangi kekalahan mengingat (sepertinya) tokoh dan warga Nahdliyin lebih kompak kepda paslon Ir. H Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.!?

Eiiiittts... Tunggu duluu...

Jangan lupa, anak² HTI yang berjumlah skitaran 7 juta juga pastinya tdk lagi apatis, mau tidak mau mereka akan mendukung Prabowo sbgai "batu loncatan" meng-gol-kan agenda mereka sebenarnya. Soal FPI jangan ditanya, tentu dari dulu loyalitas penuh kepada yang beraroma wangi cendana. Walaupun ada Imam Besar FPI Aceh yg mendukung Jokowi.

Satu hal lagi secara kuantitas nampak saat ini dukungan terhadap Paslon 01 lebih semarak dan gagah, tapi scara kualitas militansi pendukung paslon 02 jauh lebih meng'angkasa. Bukan tidak mungkin sejarah pilkada DKI terulang. Scara kasat mata Ahok menang tpi nyatanya Tumbang. Efek pendukung yang hanya suka hiruk pikuk, hore-hore, tapi ogah dan malas datang ke TPS..
Itu...

Sumber : Status Facebook Lulus Suprapto Satiman

Monday, April 15, 2019 - 23:00
Kategori Rubrik: