Mempolitisir Musibah Adalah Biadab

Ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

Di bagian lain ada anak bangsa yang menjerit karena serangkaian musibah yang terjadi baik itu di NTB, Sulteng, hingga jatuhnya Pesawat Lion Air, atau musibah lainnya, tapi sebagian politisi ada yang menari-nari menggunakan isu ini untuk menjatuhkan lawan politiknya. Tololnya hal ini diikuti pula oleh sebagian kader yang sok tau. Ironisnya diantara mereka ada yang merasa paling agamis.

Pernakah mereka berfikir bila hal itu menimpa dirinya atau keluarganya? Lalu apa pula hubungannya dengan Jokowi dan jajarannya serta pendukungnya? Apa pula hubungannya dengan pemerintah SBY? Lalu pernahkah mereka menengok kilas balik bila di era SBY pun terjadi puluhan bencana alam, sejak tsunami hebat di Aceh hingga bencana alam lainnya, termasuk musibah kecelakaan ?

Dulu manusia-manusia waras bersatu dan sangat berempati saling bahu membahu saat terjadi musibah, dan kebetulan penulis pun menjadi salah satu relawan, kendati bukan pendukung SBY. Karena itu memang tak ada hubungannya dengan SBY, seperti halnya sekarang pun tak ada hubungannya dengan Jokowi. Karenanya bila Prabowo yang jadi presiden pun, maka bila ada musibah, tentulah tak ada hubungannya dengan Prabowo kan?

Musibah yang terkait dengan kecelakaan pesawat terbang baru akan diketahui setelah black box diketemukan, lalu dipelajari, dan hasilnya diumumkan KNKT. Begitupun musibah alam di Indonesia sudah terjadi sejak bumi ini ada hingga kiamat kelak. Karena Indonesia berada di 'Ring Fire' dimana ada beberapa lempengan tektonik aktif yang bisa setiap saat bergerak dan berpotensi menimbulkan dampak gempa hingga tsunami. Selain itu Indonesia memiliki gunung merapi aktif terbanyak di dunia yang bisa setiap saat erupsi.

"Karenanya hanya manusia-manusia pandir atau bisa jadi sedikit pintar tapi licik yang hobby mempolitisir berbagai musibah, terlebih bila hal itu lalu dikaitkan dengan isu SARA. Itu sangat dimungkinkan karena tak mampu bersaing secara sehat"

Salam waras untuk NKRI gemilang

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

Wednesday, October 31, 2018 - 11:45
Kategori Rubrik: