Meminta Ijin Menikah Lagi

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Ini perkara unik. Yang cerita seorang habib yang senior dalam suatu kesempatan.

Sang habib cerita bagaimana susahnya mendapatkan surat izin resmi dari istrinya dalam hal izin kawin lagi alias poligami. Surat ini secara resmi dibutuhkan sebagai syarat poligami.

Yang minta adalah kepala Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, kecamatan dimana calon istri kedua tinggal. Tanpa surat resmi tertulis dan ditanda-tangani istri pertama, KUA tidak bersedia menikahkan secara resmi.

Apa boleh buat, banyak dari suami-suami yang akhirnya menikah lagi tanpa berbekal surat izin dari istri pertama, alias nikah diam-diam. Ada yang menyebutnya nikah siri, nikah bawah tangan dan lainnya.

Kalau saya menyebut dengan istilah keren yaitu nikah ilegal.

Sang habib bilang, betapa susahnya minta surat yang satu itu. Lebih mudah bikin surat kematian. Dia cerita, ada seorang teman nekat memberanikan diri minta istrinya meneken surat itu baik-baik. Bukannya ditanda-tangani, malah palang pintu pindah ke jidat. Bletak . . .

Duh duh sakitnya minta ampun. Habis kapok tidak berani lagi bicara poligami. Daripada benjol, mending diam meringkuk di pojokan mirip ayam kehujanan.

Teman lain bilang bahwa istrinya bersedia dimadu, tapi suami harus diracun. Uppps. . .

Maka sang habib bisik-bisik ke saya, saking susahnya dapat surat izin dari istri pertama, banyak ustadz-ustadz yang pada poligami tapi ilegal. Tidak ada surat nikah resmi dari KUA. Tapi antum diam-diam aja, awas jangan bilang siapa-siapa.

Sssst . . . .

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Saturday, June 1, 2019 - 11:45
Kategori Rubrik: