Memiliki Tuhan

ilustrasi
Oleh : Budi Santosa Purwokartiko
 
Saya pernah kerja part time di kafetaria Asrama kampus. Orang2 bule kadang lihat saya sholat di lt 2 dekat toilet (cari tempat sepi). Maka mereka rasan2 "Budi is a religious man...Budi is really religious".
Saya geli...Mungkin mereka nggak serius..kok ya sempat mbahas.
Lalu saya tanya ke salah satu bule teman kerja, kalau nggak salah namanya Carlos. Ia sepertinya turunan Hispanic.
"What is your religion?"
Pertanyaan begini aneh bagi mereka. Tidak biasa orang tanya2 agama. Dasar saya ndesit! Hal private ditanya.
"Formally I'm a chatolic. But to be honest I don't like religion", jawabnya sambil tersenyum penuh arti. Untung nggak dijawab gini " Hi man it is not your business". Untung....
"Why?" tanyaku lagi
"Too many constraints, too many restrictions.."
Saat itu saya kaget. Dasar bule, maunya enak2 aja.
Tapi saya sadar, dalam banyak hal mereka memang lebih baik dari kita2 yg relijius. Yang gampang ya soal ketertiban, disiplin, jujur...
Nggak ada ATM dibobol...nggak ada ngaku miskin biar dapat tunjangan sosial. Itu setahu saya. Mungkin ada beberapa anomali...
Mereka ketat dalam aturan yang dibuat untuk mengatur kehidupan bermasyarakat.
Mungkin Carlos nggak suka aturan2 ribet yang katanya dari Tuhan tapi doesn't make sense. Itulah kenapa he said too many restrictions. Padahal dalam keseharian masyarakat AS jelas banyak aturan. Tetapi aturan2 yang dibuat berdasarkan kesepakatan bersama demi kebaikan bersama itu terasa langsung manfaatnya dan masuk akal.
 
Mungkin dia nggak suka jenis aturan seperti potong kuku, pelihara jenggot,mandi junub, atau aturan serupa di agamanya. Jadi agama bagi dia cuma formalitas. Tapi bukan berarti dia jahat, suka nyuri, suka nipu...cuma nggak suka keribetan2 kecil yang tidak ada efek di kehidupan...
 
Sumber : Status Facebook Budi Santosa Purwokartiko
Monday, September 21, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: