Memikirkan Nasib Mereka

ilustrasi

Oleh : Ady Setyawan

Bandung hari ini diguyur gerimis seharian, hawa dingin, jalanan basah. Sore ini saya menepi disebuah cafe yang terletak di komplek Wyata Guna, kawasan tempat mendidik tuna netra. Lokasinya tepat berada di seberang lapangan KONI Bandung.

Diluar dugaan, ternyata cafe ini mempekerjakan disabilitas. Di bagian kasir sebuah papan tulisan kecil menyambut pengunjung bertuliskan : “kakak terimakasih...dst...kami adalah penyandang disabilitas tuna netra”.

Si mbak mempersilahkan saya melihat menu dan mempersilahkan pula untuk mengambil air putih : GRATIS.

Ada perasaan yang sulit saya deskripsikan ketika memasuki ruangan ini. Mata saya menyapu sekeliling, tempat ini begitu bersih. Saya satu-satunya pelanggan disini.

Sapaan ramah si mbak kembali mengumpulkan pikiran saya: “kak... silahkan, ini botol hadiah untuk kakak, silahkan pilih warna yang kakak suka”.

Dia tersenyum, kedua tangannya menjulurkan botol minum yang warnanya sama-sama kuning. Saya melihat wajahnya dan menjawab pelan “terserah mbak, sama bagusnya kok”.

Saya melanjutkan percakapan itu dengan pertanyaan konyol :”Ini hadiah?”
“Iya bisa kakak bawa pulang, itu hadiah buat pengunjung,promo, kami baru buka 3 minggu”.

Saya mengambil foto sekeliling,10 menit kemudian sekelompok orang datang dan memesan. Semoga akan lebih banyak lagi orang yang datang.

Untuk siapapun anda yang memikirkan nasib penyandang disabilitas,saya ucapkan terimakasih sebesar2nya. Semoga tempat ini, atau tulisan acak2an ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli. Bagi yang memiliki kelebihan untuk memikirkan mereka yang dikaruniai kekurangan.

Ada banyak colokan listrik disini, insyaAllah esok saya kembali 

Sumber : Status Facebook Ady Setyawan

Sunday, January 12, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: