Membunuh Sambil Teriak Kalimat Tauhid,Membunuh Keteduhan Beragama

Oleh: Eko Kuntadhi

 

Video pembunuhan supporter sepak bola, menggambarkan beberapa pembunuhan. Mereka membunuh seorang manusia. Mereka membunuh kemanusiaan kita. Mereka juga membunuh keteduhan beragama karena meneriakkan kalimat tauhid.

Mereka membunuh bukan untuk apa-apa. Seperti sedang bermain-main dengan nyawa orang. Membunuh sekadar membunuh. Itu saja.

 

 

Plis. Jangan share video laknat itu. Cukup sudah kekejian memghiasasi ruang udara kita. Cukup sudah sebagai manusia, bathin kita dirobek-robek oleh perilaku kaum barbar itu.

Jila perilaku para supporter seperti ini, hentikan saja semua pertandingan sepak bola di Indonesia. Jangan beri kesempatam para drakula itu melampiaskan kebengisannya. Satu nyawa melayang terlalu mahal untuk mengkompensasi meriahnya sebuah pertandingan.

Bekukan clubnya. Bekukan pertandingannya.

Jika tidak mungkin dilakukan juga. Biarkan setiap pertandingan club-ckub bersupporter barbar dikakukan tanpa penonton. Harus ada tindakan serius agar kebiadaban itu tidak terjadi lagi.

Ketika kaum barbar yang mengaku supporter itu menghabisi orang dengan membawa-bawa kalimat tauhid, saya mual. Anda juga akan mengalami kemualan yang sama. Ini adalah dampak dari ulah para penjaja agama yang menjadikan kalimat indah itu jadi begitu menakutkan.

Bila kotbah di mimbar keagamaan kita terus menerus diisi oleh kebencian, jangan salahkan ada orang yang dibunuh hanya karena beda club sepakbola. Ketika membunuhnya merasa sedang berjihad. Agama yang telah dipalsukan menjadikan orang seperti Zombie.

Kebiadaban ini adalah dampak dari kotornya mimbar-mimbar agama kita dengan hasutan dan kebencian. Dampak dari kotbah yang penuh amarah. Agama telah dibuat menjadi sesuatu yang menakutkan.

 

(Sumber: Facebook Eko Kuntadhi)

Monday, September 24, 2018 - 18:15
Kategori Rubrik: