Membunuh Karakter Afi Nihaya

Oleh: Aldinsjah Virajayabwana
 

Alhamdulillah di Facebook saya punya beberapa kenalan yang rada 'sableng'. Sehingga bisa melihat bagaimana 'kegendhengan' itu beredar. Nah, terkait masalah Mbak Afi Nihaya Faradisa, ini sudah sangat memprihatinkan.

Saya menelusuri dari kawan-kawan 'sableng' saya bahwa ternyata ada banyak sekali akun atas nama Mbak Afi. Entah fanpage atau profil biasa. Modusnya luar biasa.

 

 

Awalnya, mengcopas tulisan-tulisan Mbak Afi yang memang diposting di akun asli Mbak Afi (itu akunnya saya mention, dan itu SATU-SATUNYA akun FB Mbak Afi, jadi buat yang dibodohi pakai akun palsu Mbak Afi, you should read this). Lama kelamaan, mencoba berpura-pura menjadi Mbak Afi (meniru gaya bahasanya), lalu memposting hal-hal yang diinginkan oleh kaum-kaum yang namanya tak boleh disebut itu. Ada akun yang posting quotes Ali, dengan arahan agar Mbak Afi dituduh Syi'ah. Ada akun yang posting rada menghina Islam, sebab arahannya agar Mbak Afi ini 'terbukti' orang liberal, penista agama, dsb. Cara ini 'efektif' untuk orang-orang yang memang dasarnya tidak mau baca dan hanya skimming biasa.

Ini baru di Facebook. Lha kenalan saya yang sudah S3 saja bisa tertipu, akun twitter Afi Nihaya Putri dikira Afi Nihaya Faradisa. Hanya gara-gara isinya sesuai mau hatinya. Ada lagi Instagram yang pakai modus serupa. Aduh duh...

Saya hanya bisa bilang "Ndul, ndul, apa ya kamu sudah nggak punya cavum orbita? Cuma menghadapi Mbak Afi saja harus segitunya?". Yup. Hanya menghadapi wanita berusia 18 tahun (nyaris 19 tahun) yang sama sekali tidak punya kepentingan politik, sampai pakai strategi pembunuhan karakter segala. Kalau saya jadi kaum-kaum Kau Tahu Siapa gitu, saya juga nggak goblok-goblok banget, ngapain membunuh karakter bocah kecil yang sama sekali tidak punya kepentingan? Cuma gara-gara 'tersentil' dengan tulisannya saja, sampai kebakaran jem, eh, jenggot.

Oke, mungkin Mbak Afi salah dalam kasus copas. Mungkin Mbak Afi sedang teledor pada saat itu. Mungkin bagi kalian, pemikiran Mbak Afi ini sesat. Ya, Mbak Afi juga manusia yang bisa salah. Dia juga manusia yang perlu masukan untuk berkembang. Namun, jangan goblok lah!

Tulislah sebuah tulisan tanggapan. Bangun argumen dengan baik, baik dari cara berpikir, sumber, pondasi argumen, dsb. Itu lebih baik, lebih terhormat daripada membunuh karakter Mbak Afi dengan cara preman kampung. Bukan mensyi'ahliberalkan Mbak Afi dengan fanpage palsumu itu. Bukan mengungkit-ungkit terus kasus copas hingga isi otakmu cuma kasus copas saja.

Mbak Afi, meskipun setahun lebih tua dari saya, memang masih muda. Masih perlu dibimbing, terutama dari cara membangun dasar berpikirnya. Maka jangan bunuh karakternya dengan cara recehan, jika tak ingin generasi muda lainnya takut bersuara karena takut dicap macam-macam, takut dibunuh karakternya, dsb.

 

(Sumber: Facebook Aldinsjah V)

Monday, June 12, 2017 - 00:45
Kategori Rubrik: