Membunuh Dilarang Dalam Islam

Ilustrasi
Oleh : Ahmad Labib Asrori
 
درء المفاسد مقدم على جلب المصالح
Kaidah fiqih di atas kurang lebih bermakna:
Menghindarkan tindakan merusak, destruktif termasuk tindakan terorisme harus diprioritaskan ketimbang menarik suatu kebaikan atau keuntungan (maslahah).
 
Dilihat dari efektifitas tindakan terorisme yg sangat destruktif sebagai upaya menunjukkan loyalitas terhadap agama  (atau bahkan sekedar loyalitas kpd murobbi-nya) dan meraih sorga serta bidadari yg didambakan dibanding dgn dampak negatif yg sangat besar berupa semakin menguatnya kebencian dan phobia terhadap agama Islam, maka tindakan teror harus dihindari. Di samping itu tindakan terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan yg sangat kejam.
 
Kaidah fiqih di atas secara logis sangat masuk akal dan secara empiris terbukti sangat merusak dan tidak mendatangkan kebaikan secara umum (maslahah 'ammah). Dalam konteks keuntungan secara pribadi bagi pelakunya pun belum tentu ia raih. Sebab bom bunuh diri sama sekali tidak ada landasan theologisnya di dalam Islam. Apa yg pernah dipaparkan oleh UAS dan videonya beredar secara viral sama sekali tidak bisa dijadikan sebagai referensi, sebab praktek serta situasinya sama sekali berbeda.           
 
Membunuh orang lainpun tidak dibenarkan di dalam Islam, bahkan membunuh non muslim sekalipun, kecuali dengan alasan-alasan dan cara-cara tertentu yg telah diatur di dalam syariat Islam
Pembunuhan atau tepatnya hukuman mati bagi orang Islam berlaku hanya atas:
1.  Orang yg membunuh tanpa haq dengan sengaja (   عمد محض )
2. Perampok yg membunuh korbannya dg cara dibunuh lalu disalib.
3. Pezina muhson (zina yg dilakukan oleh orang yg pernah menikah) dg cara dirajam.
4. Orang yg meninggalkan sholat subuh atau dua sholat yg bisa dijama' dan sudah diminta bertobat hingga tiga kali.
5. Pemberontak terhadap pemerintah yg sah dalam situasi perang.
Hukuman mati nomer 1-4 itupun bisa dilakukan sesudah ada vonis dari qadhi/hakim dan dilakukan oleh eksekutor yg ditunjuk, kecuali hukuman rajam. Pembunuhan nomer 5 dilakukan bagi pelaku perang (tentara atau mujahid).
 
Adapun orang kafir bisa dibunuh bila ia menyerang umat Islam atau disebut kafir harbi, itupun dlm situasi perang yg nyata. Kafir atau non muslim yg hidup berdampingan secara damai serta tunduk pada hukum yg berlaku disebut kafir dzimmiy tidak boleh dibunuh kecuali melakukan tindakan kriminal yg berkonsekuensi hukuman mati.
 
Intinya, syariat Islam tidak membenarkan tindakan bunuh diri dgn alasan apapun dan tidak membolehkan pembunuhan kpd siapapun tanpa alasan-alasan yg telah ditentukan secara rigid.
 
Tulisan ini bertujuan mengingatkan diri saya sendiri. Bila ada orang  yg menganggapnya benar dan baik silahkan dipakai dan disebarkan.
Bila ada keterangan yg salah atau kurang mohon dikoreksi dan saya sangat berterima kasih
 
Sumber : Group whatsapp
Wednesday, May 16, 2018 - 22:30
Kategori Rubrik: